Memuat...

'Israel' Akhirnya Akui Pasukannya Tewaskan Hind Rajab dan Enam Anggota Keluarganya

Zarah Amala
Kamis, 20 Agustus 2026 / 8 Rabiulawal 1448 11:30
'Israel' Akhirnya Akui Pasukannya Tewaskan Hind Rajab dan Enam Anggota Keluarganya
Hind Rajab (media sosial)

GAZA (Arrahmah.id) - Lebih dari dua setengah tahun setelah insiden tersebut, militer 'Israel' mengakui bahwa pasukannya menembaki kendaraan yang membawa Hind Rajab, bocah Palestina berusia lima tahun, hingga tewas bersama enam anggota keluarganya di Jalur Gaza.

Militer 'Israel' mengatakan telah membuka penyelidikan internal dan penyelidikan kriminal terkait insiden tersebut. Namun, langkah itu diragukan oleh sejumlah organisasi hak asasi manusia yang menyerukan penyelidikan internasional dan independen.

Insiden terjadi pada 29 Januari 2024, ketika keluarga Hind berusaha mengungsi dari kawasan Tal al-Hawa, barat daya Kota Gaza. Kendaraan yang mereka tumpangi ditembaki pasukan 'Israel'. Enam anggota keluarga Hind tewas, sementara Hind masih hidup dan terjebak di dalam kendaraan.

Hind kemudian menghubungi Bulan Sabit Merah Palestina melalui telepon untuk meminta pertolongan. Rekaman percakapannya menyebar luas dan menarik perhatian internasional.

Setelah pasukan 'Israel' meninggalkan kawasan tersebut, jenazah Hind ditemukan keesokan harinya bersama jenazah anggota keluarganya serta dua petugas ambulans yang dikirim untuk menyelamatkannya dan turut tewas.

Militer 'Israel' sebelumnya membantah memiliki pasukan di sekitar lokasi kejadian. Namun, setelah penyelidikan selama berbulan-bulan, militer 'Israel' mengakui bahwa pasukannya menembaki kendaraan Hind dan kemudian menembakkan sebuah peluru ke ambulans Bulan Sabit Merah yang datang untuk menyelamatkannya.

Militer 'Israel' mengatakan penyelidikan kriminal dibuka setelah ditemukan dugaan kegagalan dalam koordinasi pergerakan ambulans.

Nenek Hind, Hind Hamada Rajab, mengatakan keluarga tidak mempercayai penyelidikan maupun sistem peradilan 'Israel'. Ia menuntut penyelidikan internasional yang independen atas kematian cucunya dan keluarganya.

Ia mengatakan tuntutan keluarga tidak hanya menyangkut pertanggungjawaban atas kematian Hind, tetapi juga penyelidikan terhadap kematian anak-anak Palestina dan berbagai kejahatan selama perang di Gaza.

Hind Rajab Foundation, organisasi yang berbasis di Brussel dan mengupayakan proses hukum terhadap pejabat serta personel militer 'Israel', juga menyatakan tidak percaya terhadap penyelidikan yang dilakukan 'Israel'.

Organisasi tersebut menilai penyelidikan internal 'Israel' tidak dapat dianggap sebagai mekanisme yang kredibel untuk memastikan pertanggungjawaban, dengan alasan berbagai penyelidikan sebelumnya kerap berakhir tanpa penuntutan atau hukuman yang berarti.

Organisasi itu juga mempertanyakan alasan 'Israel' baru membuka penyelidikan kriminal terhadap sejumlah kasus tertentu di tengah banyaknya dugaan pelanggaran yang telah didokumentasikan organisasi hak asasi manusia dan lembaga internasional.

Menurut organisasi hak asasi 'Israel' Yesh Din, hanya sebagian kecil penyelidikan terhadap dugaan pelanggaran pidana oleh tentara 'Israel' yang berujung pada dakwaan dalam satu dekade terakhir. (zarahamala/arrahmah.id)