GAZA (Arrahmah.id) - Rentetan serangan militer 'Israel' terus menggempur wilayah Jalur Gaza di tengah momen perayaan Hari Raya Idul Adha yang suram bagi jutaan pengungsi Palestina.
Berdasarkan laporan otoritas medis setempat pada Jumat (29/5/2026), sebuah drone militer 'Israel' menyerang pos pemeriksaan keamanan Palestina di wilayah Al-Mawasi, sebelah barat Khan Yunis, dan menewaskan tiga orang serta melukai beberapa lainnya yang kemudian dievakuasi ke Kompleks Medis Nasser.
Pada hari yang sama, serangan udara 'Israel' juga menghantam sebuah gudang makanan dan sebidang tanah di area yang sama hingga memicu kebakaran hebat yang menghanguskan tenda-tenda darurat pengungsi, mempertegas rapuhnya keselamatan warga sipil di kamp penampungan yang padat di Gaza selatan.
Eskalasi gempuran juga meluas ke Gaza Kota melalui kombinasi serangan udara, darat, dan laut, di mana satu warga Palestina tewas akibat serangan drone di belakang Masjid Imam Al-Shafi'i, lingkungan Zeitoun, sementara artileri dan kendaraan tempur 'Israel' membombardir area dekat Persimpangan Al-Sanafour di lingkungan Al-Tuffah serta distrik timur kota.
Selain itu, tujuh warga Palestina terluka akibat serangan helikopter tempur 'Israel' yang merudal gudang komersial di dekat Stadion Yarmouk, bersamaan dengan aksi Angkatan Laut 'Israel' yang melepaskan tembakan senapan mesin berat ke arah perahu nelayan tradisional di sepanjang garis pantai untuk memperketat pembatasan akses laut bagi warga Palestina.
Rentetan serangan ini memperpanjang catatan kelam setelah serangan mematikan pada hari pertama Idul Adha di Jalan Omar Al-Mukhtar yang menewaskan sepuluh warga sipil termasuk dua wanita dan dua anak perempuan.
Otoritas Palestina menegaskan bahwa agresi militer ini terus terjadi hampir setiap hari dengan mengabaikan kesepakatan gencatan senjata yang berlaku sejak 10 Oktober 2025, di mana Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat telah terjadi lebih dari 3.000 kasus pelanggaran sepihak oleh 'Israel' yang menewaskan sedikitnya 922 warga Palestina dan melukai 2,786 lainnya.
Secara kumulatif sejak perang meletus pada Oktober 2023, operasi militer 'Israel' secara keseluruhan kini telah menewaskan lebih dari 72.000 warga Palestina dan menyebabkan lebih dari 172.000 orang lainnya luka-luka, yang didominasi oleh kelompok wanita dan anak-anak. (zarahamala/arrahmah.id)
