Memuat...

Gencatan Senjata Terancam Gagal, Militer AS Gempur Situs Radar di Pantai Selatan Iran

Zarah Amala
Sabtu, 6 Juni 2026 / 21 Zulhijah 1447 11:40
Gencatan Senjata Terancam Gagal, Militer AS Gempur Situs Radar di Pantai Selatan Iran
Komando Pusat AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukannya menembak jatuh empat drone serang satu arah Iran yang diluncurkan menuju Selat Hormuz [GETTY]

WASHINGTON (Arrahmah.id) - Militer Amerika Serikat meluncurkan serangan udara taktis yang menyasar sejumlah situs radar di sepanjang pesisir selatan Iran pada Jumat (5/6/2026). Insiden ini menjadi eskalasi terbaru yang mengancam keberlangsungan perjanjian gencatan senjata dalam perang Timur Tengah yang tengah berlangsung.

Komando Sentral AS (US Central Command/CENTCOM) dalam rilis resminya mengonfirmasi bahwa unit tempur mereka awalnya berhasil melumpuhkan empat pesawat tanpa awak milik Iran yang meluncur menuju Selat Hormuz. Pasca-intersepsi tersebut, pasukan AS langsung meluncurkan serangan balasan ke instalasi radar pengawas pantai milik Iran yang berlokasi di Kota Goruk dan Pulau Qeshm.

Pihak Pentagon menegaskan bahwa langkah militer ofensif ini diambil demi kepentingan defensif dan pengamanan jalur perdagangan internasional.

CENTCOM menyatakan bahwa drone-drone tempur yang diluncurkan Iran tersebut menimbulkan ancaman fatal secara langsung terhadap keselamatan lalu lintas maritim regional di kawasan Teluk.

Penghancuran instalasi-instalasi radar pantai Iran diklaim sebagai langkah pertahanan untuk memotong kemampuan deteksi Iran dan mencegah potensi serangan lanjutan di masa mendatang.

Insiden bersenjata ini pecah di tengah rapuhnya implementasi gencatan senjata antara AS dan Iran yang sebenarnya telah dideklarasikan sejak 8 April lalu. Rangkaian meja perundingan yang digelar setelahnya guna merumuskan perjanjian damai permanen dilaporkan terus menemui jalan buntu tanpa hasil konkret.

Presiden AS Donald Trump saat ini berada di bawah tekanan politik domestik yang hebat untuk segera mengakhiri perang. Selain memberikan guncangan hebat pada pasar keuangan global, perang ini kian tidak populer di mata pemilih Amerika menjelang pelaksanaan pemilu paruh waktu.

Dalam wawancara eksklusif dengan NBC News pada Jumat malam (5/6), Trump mengakui bahwa Iran masih memegang sisa-sisa kapabilitas tempur yang tidak bisa diremehkan.

"Mereka masih memiliki sejumlah rudal dan drone. Jika dipersentasekan, saya memperkirakan mereka mungkin masih memegang sekitar 21 atau 22 persen dari total pasokan rudal mereka," ungkap Trump terkait kekuatan militer Teheran.

Di sisi lain, lingkaran militer Iran mengklaim bahwa mereka telah melepaskan sejumlah rudal peringatan ke arah dua kapal perusak (destroyer) milik Angkatan Laut AS di Teluk Oman pada Jumat (5/6), sebuah klaim yang langsung dibantah keras oleh Pentagon. Ketegangan regional ini pun terjadi hanya berselang dua hari setelah pemerintah Kuwait mengumumkan berhasil mengintersepsi 30 rudal balistik dalam apa yang mereka sebut sebagai agresi keji Iran. (zarahamala/arrahmah.id)