Memuat...

Hacker Pro-Palestina Ancam Serangan Siber Terbesar ke 'Israel'

Hanoum
Selasa, 9 Juni 2026 / 24 Zulhijah 1447 03:48
Hacker Pro-Palestina Ancam Serangan Siber Terbesar ke 'Israel'
Handala akan melancarkan serangan siber paling dahsyat ke Israel. [Foto: Press TV]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Kelompok peretas pro-Palestina yang dikenal dengan nama Handala Hack mengancam akan melancarkan serangan siber terbesar yang pernah mereka lakukan terhadap 'Israel'. Ancaman tersebut disampaikan melalui kanal media sosial dan platform pesan milik kelompok itu di tengah meningkatnya ketegangan regional akibat konflik yang melibatkan 'Israel', Iran, dan kelompok-kelompok sekutu Teheran.

Ancaman itu memicu kewaspadaan tinggi dari otoritas keamanan siber Israel yang memperingatkan potensi gelombang serangan terhadap infrastruktur vital negara tersebut.

Menurut laporan media Israel Ynet (8/6/2026), kelompok Handala menyatakan tengah mempersiapkan operasi siber berskala besar yang mereka sebut sebagai "serangan paling dahsyat" terhadap target-target Israel.

Meski tidak merinci sasaran spesifik maupun waktu pelaksanaannya, kelompok tersebut mengklaim telah berhasil menembus sejumlah sistem dan jaringan 'Israel' dalam operasi-operasi sebelumnya. Ancaman itu muncul ketika aktivitas kelompok-kelompok peretas pro-Palestina dan pro-Iran meningkat seiring eskalasi konflik di Timur Tengah.

Handala merupakan kelompok peretas yang muncul pada akhir 2023 dengan agenda pro-Palestina dan secara konsisten menargetkan lembaga pemerintah, perusahaan, serta infrastruktur yang terkait dengan 'Israel'.

Sejumlah lembaga keamanan siber Barat dan 'Israel' menilai kelompok tersebut memiliki keterkaitan dengan kepentingan strategis Iran, meskipun Teheran tidak pernah mengakui hubungan langsung dengan organisasi itu.

Dalam salah satu pesan yang dipublikasikan kelompok tersebut dan dikutip berbagai media keamanan siber, Handala menegaskan niatnya untuk memperluas operasi terhadap 'Israel'.

Dalam pernyataannya, kelompok itu mengatakan, "Kami sedang mempersiapkan operasi yang akan membuat musuh menghadapi konsekuensi yang belum pernah mereka lihat sebelumnya."

Ancaman tersebut mendapat perhatian serius dari Direktur Jenderal Direktorat Siber Nasional 'Israel', Yossi Karadi. Dalam wawancara dengan media keamanan siber Amerika, Karadi mengungkapkan bahwa kelompok-kelompok siber yang berafiliasi atau sejalan dengan Iran kini semakin terkoordinasi dan berbagi perangkat serangan satu sama lain. Menurutnya, ancaman terhadap jaringan pemerintah dan sektor strategis Israel terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam pernyataannya, Yossi Karadi mengatakan, "Kelompok-kelompok yang didukung Iran semakin berbagi alat dan kemampuan mereka, sehingga ancamannya menjadi lebih besar dan lebih terorganisasi."

Laporan dari sejumlah perusahaan intelijen siber internasional menunjukkan bahwa Handala dalam beberapa bulan terakhir mengklaim telah melakukan berbagai operasi terhadap target 'Israel' dan Amerika Serikat. Kelompok itu disebut pernah mengumumkan serangan terhadap perusahaan teknologi kesehatan AS, infrastruktur energi, serta sejumlah organisasi yang mereka anggap mendukung 'Israel'.

Sebagian klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen, namun para peneliti keamanan mencatat adanya peningkatan aktivitas kelompok tersebut sepanjang 2026.

Peneliti dari Intel 471 dan Unit 42 juga mencatat lonjakan aktivitas kelompok peretas ideologis setelah meningkatnya konflik antara 'Israel' dan Iran. Serangan yang paling sering dilaporkan mencakup distributed denial-of-service (DDoS), perusakan situs web, pencurian data, hingga upaya penghapusan data secara destruktif terhadap sistem korban. (hanoum/arrahmah.id)