Memuat...

Hamas: Iran dan Yaman Beri Jaminan Gencatan Senjata Regional Wajib Berpusat pada Gaza

Zarah Amala
Selasa, 9 Juni 2026 / 24 Zulhijah 1447 10:15
Hamas: Iran dan Yaman Beri Jaminan Gencatan Senjata Regional Wajib Berpusat pada Gaza
Pemimpin Hamas Khalil al-Hayya (kiri) memuji posisi Iran dalam menghubungkan front-front perlawanan regional selama pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi. (Foto: Tasnim)

KAIRO (Arrahmah.id) - Kelompok pejuang Palestina, Hamas, menyatakan telah menerima jaminan berulang dari para pejabat tinggi Iran dan Yaman bahwa segala bentuk upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah wajib mencakup penghentian total agresi militer 'Israel' di Jalur Gaza. Pernyataan tersebut dirilis pada Senin (8/6/2026) di tengah intensifnya diplomasi regional pasca-eskalasi militer lintas batas yang melibatkan Gaza, Lebanon, Yaman, dan Iran.

Juru bicara Hamas, Hazem Qassem, menegaskan bahwa faksi-faksi di kedua negara tersebut secara konsisten mengonfirmasi bahwa mereka tengah bergerak aktif di beberapa front pertempuran demi menghentikan aksi genosida 'Israel'. Pernyataan ini mencuat menyusul pembicaraan tingkat tinggi via telepon antara pemimpin senior Hamas Khalil al-Hayya dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi beberapa hari sebelumnya.

Hamas menggarisbawahi posisinya yang menolak keras pemisahan isu keamanan regional dengan penderitaan warga sipil di Jalur Gaza. Hamas berkomitmen memastikan Jalur Gaza tetap menjadi pusat utama dari setiap kesepakatan regional terkait penghentian konflik multilateral yang sedang berlangsung.

Segala bentuk negosiasi atau pengaturan yang bertujuan meredakan ketegangan di Timur Tengah harus memuat klausul penghentian serangan 'Israel' terhadap warga Palestina di Gaza guna meringankan krisis kemanusiaan. Qassem menambahkan bahwa Hamas terus terlibat secara positif terhadap proposal-proposal yang dianggap masuk akal dalam perundingan yang saat ini sedang berjalan di Kairo, Mesir.

Dalam rilis yang dikutip oleh Quds News, Khalil al-Hayya secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Teheran yang memegang prinsip kuat bahwa kesepakatan gencatan senjata regional harus mengatasi seluruh front pertempuran secara simultan (serentak), bukan menyelesaikannya secara parsial atau terisolasi.

"Kami mengapresiasi tinggi sikap Iran dan Yaman selama konfrontasi terakhir melawan Israel. Respons militer dan politik mereka adalah bentuk 'solidaritas sejati' yang sangat dibutuhkan dalam fase krusial konflik saat ini," ungkap Hazem Qassem.

Di sisi lain, Menlu Iran Abbas Araghchi menegaskan kembali komitmen mutlak Teheran untuk terus menyuplai dukungan politik, militer, dan material bagi gerakan perlawanan di Palestina maupun Lebanon. Sembari menggalang kekuatan di lapangan, Araghchi menjelaskan bahwa kementeriannya tengah menginisiasi berbagai langkah diplomatik guna menurunkan ketegangan dan mengakhiri perang yang berdampak luas pada stabilitas kawasan Teluk. Hamas turut menyerukan kepada pemerintah, organisasi, dan gerakan kerakyatan di seluruh Timur Tengah untuk memperluas solidaritas nyata guna melawan agresi militer 'Israel'. (zarahamala/arrahmah.id)