Memuat...

Imarah Islam Ingin Memperluas Kehadiran Diplomatik di Eropa

Hanin Mazaya
Jumat, 29 Mei 2026 / 13 Zulhijah 1447 13:25
Imarah Islam Ingin Memperluas Kehadiran Diplomatik di Eropa
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Jaringan berita NDR Jerman melaporkan bahwa Imarah Islam Afghanistan berupaya memperluas kehadiran diplomatiknya di negara-negara Eropa.

Menurut laporan tersebut, Imarah Islam telah meminta penerimaan perwakilannya di kedutaan besar Afghanistan di seluruh Eropa sebagai imbalan atas kerja sama dalam deportasi migran Afghanistan.

Media Jerman menulis: “Taliban, yang saat ini memerintah Afghanistan, bermaksud mengirim lebih banyak diplomat ke negara-negara Eropa. Menurut investigasi jaringan NDR Jerman, mereka ingin memperluas proses ini di luar Jerman ke negara-negara anggota Uni Eropa lainnya juga. Sebagai imbalannya, Taliban telah menawarkan kerja sama dalam deportasi migran Afghanistan.”

Aziz Maarij, seorang mantan diplomat, mengatakan: “Kemungkinan besar negara-negara Eropa akan menyerahkan misi konsuler dan kedutaan besar kepada Imarah Islam dan semakin memperkuat hubungan mereka.”

Pada saat yang sama, media Jerman melaporkan bahwa Partai Hijau Jerman telah mengkritik kerja sama Kementerian Dalam Negeri dengan perwakilan Imarah Islam, dan menggambarkannya sebagai hal yang mengkhawatirkan.

Menurut laporan, puluhan warga Afghanistan yang tinggal di Jerman telah dirujuk kepada perwakilan Imarah Islam dalam upaya untuk mempercepat prosedur deportasi.

Sebagian dari laporan tersebut menyatakan: “Menurut laporan ZDF dan NDR, puluhan warga Afghanistan yang tinggal di Jerman dilaporkan telah dirujuk kepada perwakilan Taliban dalam upaya untuk mempercepat proses deportasi. Kementerian Dalam Negeri Jerman menyatakan bahwa tindakan ini dilakukan oleh polisi federal.”

Nesar Ahmad Shirzai, mantan diplomat, mengatakan: “Membangun kontak semacam itu untuk menangani para migran ini tidak selalu berarti hubungan formal, tetapi komunikasi semacam itu dapat dicari untuk mengatasi kekhawatiran yang ada.”

Hal ini terjadi setelah Komisi Eropa sebelumnya mengirimkan surat kepada Imarah Islam yang meminta partisipasinya dalam pertemuan teknis yang bertujuan untuk membahas pemindahan migran Afghanistan yang dihukum karena kejahatan kembali ke Afghanistan. (haninmazaya/arrahmah.id)