Memuat...

Iran Kirim Pesan Keras dengan Serangan ke Negara Teluk, Ini Analisis Pakar Militer

Samir Musa
Kamis, 4 Juni 2026 / 19 Zulhijah 1447 20:19
Iran Kirim Pesan Keras dengan Serangan ke Negara Teluk, Ini Analisis Pakar Militer
Perdana Menteri Kuwait, Sheikh Ahmad Al-Abdullah Al-Sabah (kedua dari kanan), saat meninjau kerusakan di Bandara Internasional Kuwait (AFP/Al-Faransiyyah).

TELUK (Arrahmah.id) – Ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas di kawasan , dengan dampak yang meluas hingga ke negara-negara Teluk.

Dalam eskalasi terbaru, Kuwait dan Bahrain menjadi sasaran serangan yang dikaitkan dengan Iran. Serangan tersebut menyebabkan korban jiwa, puluhan luka-luka, serta kerusakan infrastruktur sipil.

Dilansir dari Al Jazeera, kementerian Kesehatan Kuwait melaporkan sedikitnya 63 orang mengalami luka akibat apa yang mereka sebut sebagai “agresi Iran”. Sementara itu, otoritas penerbangan sipil Kuwait mengungkap bahwa Bandara Kuwait menjadi target serangan drone dan rudal, yang mengakibatkan kerusakan signifikan pada sejumlah fasilitas.

Di Bahrain, pasukan pertahanan mengklaim berhasil mencegat dan menghancurkan tiga rudal serta drone yang mengarah ke objek sipil.

Kecaman Regional

Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai eskalasi berbahaya yang belum pernah terjadi sebelumnya. Mereka menilai penargetan terhadap fasilitas sipil dan diplomatik sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Perkembangan ini terjadi di tengah saling serang antara Washington dan Teheran. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan telah menembak jatuh tiga drone Iran di atas Selat Hormuz, serta melancarkan serangan ke wilayah Iran, termasuk Pulau Qeshm dan Khark.

Sebaliknya, Iran menuduh Amerika melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata dengan menyerang aset-aset vitalnya, termasuk kapal tanker dan menara komunikasi.

Balasan Iran dan Ancaman Meluas

Itan mengklaim telah menyerang pangkalan militer AS dan markas Armada Kelima di Bahrain sebagai balasan atas serangan Amerika.

Kementerian Luar Negeri Iran juga memperingatkan bahwa negara mana pun yang membantu operasi militer terhadap Iran—baik melalui wilayah darat, udara, maupun laut—akan dianggap sebagai bagian dari agresi dan menjadi target sah.

“Pesan” dari Iran

Pakar militer Brigjen Hasan Jouni menilai bahwa serangan Iran ke negara-negara Teluk merupakan upaya mengirim pesan strategis.

Menurutnya, secara militer, Iran seharusnya menargetkan langsung aset Amerika seperti kapal perang atau pesawat di kawasan. Namun, dengan menyerang negara Teluk, Iran ingin menunjukkan bahwa kawasan tersebut akan tetap rentan selama konflik berlanjut.

“Ini pesan lapangan bahwa negara-negara Teluk akan tetap menjadi target jika serangan terhadap Iran di Selat Hormuz terus berlangsung,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa serangan terhadap negara yang tidak secara langsung terlibat dalam perang merupakan pelanggaran hukum internasional.

Selat Hormuz: Titik Konflik Utama

Selat Hormuz kembali menjadi pusat perebutan pengaruh antara Washington dan Teheran. Pulau Qeshm, misalnya, disebut sebagai basis logistik penting bagi Angkatan Laut Iran dan titik kunci dalam mengontrol jalur energi global.

Pakar militer lainnya, Brigjen Elias Hanna, menyebut eskalasi ini sebagai bagian dari upaya kedua pihak untuk menetapkan “aturan main baru” di kawasan.

Meski demikian, ia menilai konflik ini kecil kemungkinan berkembang menjadi perang besar, karena kedua pihak masih berusaha menghindari konfrontasi total.

Negosiasi di Tengah Ketegangan

Di tengah situasi yang memanas, Presiden AS menyatakan bahwa Iran telah menyetujui untuk tidak mengembangkan senjata nuklir.

Ia juga mengungkap bahwa pemimpin Iran, , terlibat dalam pembicaraan yang sedang berlangsung dan berpotensi melakukan pertemuan langsung di masa depan.

Namun demikian, para pengamat menilai bahwa situasi saat ini lebih mendekati kondisi konflik terbuka dibandingkan gencatan senjata, dengan Selat Hormuz sebagai episentrum ketegangan.

(Samirmusa/arrahmah.id)