Memuat...

Gubernur Turki Dicopot Gara-Gara Celana Sepeda Ketat

Hanoum
Sabtu, 25 Juli 2026 / 11 Safar 1448 03:52
Gubernur Turki Dicopot Gara-Gara Celana Sepeda Ketat
Gubernur provinsi Ardahan Mehmet Fatih Cicekli (kiri) mengikuti tur sepeda populer untuk mempromosikan pariwisata, di Ardahan, Turki timur, Minggu, 26 April 2026. [Foto: Halil Ibrahim Ataman/IHA via AP]

ANKARA (Arrahmah.id) -- Seorang gubernur di Turki mendadak menjadi sorotan nasional setelah dicopot dari jabatannya menyusul viralnya foto dirinya mengenakan pakaian bersepeda ketat saat menghadiri kegiatan publik. Pemecatan Mehmet Fatih Çiçekli, Gubernur Provinsi Ardahan di Turki timur, memicu perdebatan luas mengenai batas antara gaya hidup pribadi pejabat publik dan norma sosial yang berlaku di negara tersebut.

Dilansir The Independent (23/7/2026), Mehmet Fatih Çiçekli diberhentikan melalui dekret presiden yang ditandatangani Presiden Recep Tayyip Erdogan pada 17 Juli 2026. Meski pemerintah tidak memberikan alasan resmi, keputusan itu muncul beberapa hari setelah foto-foto Çiçekli mengenakan celana sepeda ketat saat mengikuti kegiatan promosi olahraga dan pariwisata beredar luas di media sosial.

Kontroversi bermula ketika sejumlah politisi oposisi mengkritik penampilan sang gubernur. Anggota parlemen dari Partai Rakyat Republik (CHP), Inan Akgün Alp, menilai pakaian tersebut tidak pantas dikenakan seorang pejabat negara saat menjalankan tugas publik. Kritik itu kemudian berkembang menjadi perdebatan nasional mengenai citra pejabat publik di wilayah konservatif seperti Ardahan.

Dalam sidang parlemen Turki, Inan Akgün Alp melontarkan kritik keras terhadap sang gubernur.

"Dia berkeliling dengan pakaian ketat, menghabiskan hari untuk bersepeda dengan pengawal di depannya. Seorang gubernur tidak seharusnya berkeliaran di pusat kota seperti itu," kata Inan Akgün Alp sebagaimana dikutip Associated Press.

Kritik serupa juga datang dari Şamil Tayyar, mantan anggota parlemen dari Partai AK yang berkuasa. Menurutnya, meskipun seseorang bebas memilih pakaian dalam kehidupan pribadi, seorang gubernur tetap harus menjaga kewibawaan jabatan saat berada di ruang publik.

"Orang bebas mengenakan apa pun dalam kehidupan pribadi mereka, tetapi seorang gubernur tidak dapat menemui masyarakat dengan pakaian ketat saat bertugas. Itu tidak sesuai dengan keseriusan negara," ujar Tayyar melalui akun media sosialnya.

Menanggapi polemik tersebut, Çiçekli membela diri dan menyatakan bahwa pakaian yang dikenakannya merupakan perlengkapan olahraga standar bagi pesepeda. Mantan gubernur yang dikenal aktif dalam kegiatan olahraga itu menegaskan dirinya tidak melakukan kesalahan apa pun.

"Kami akan terus mengayuh. Saya seorang atlet yang menekuni olahraga layar, dayung, dan bersepeda. Pakaian yang saya kenakan adalah pakaian olahraga," kata Mehmet Fatih Çiçekli.

Pemecatan tersebut justru memicu gelombang dukungan dari masyarakat Ardahan. Sebuah petisi daring yang menuntut pengembalian Çiçekli ke jabatannya berhasil mengumpulkan lebih dari 10.000 tanda tangan.

Para pendukung menilai selama menjabat, ia aktif mempromosikan olahraga, kegiatan kepemudaan, dan wisata sepeda yang membantu meningkatkan citra daerah perbatasan Turki tersebut.

Saat meninggalkan Ardahan, Çiçekli mendapatkan pengawalan simbolis dari komunitas pesepeda setempat yang mengiringi kendaraan pribadinya sebagai bentuk solidaritas. Dalam pidato perpisahannya, ia menyatakan bangga atas pengabdiannya kepada masyarakat.

"Saya percaya tidak mengecewakan mereka yang mempercayai dan mendukung saya selama perjalanan ini. Bagi saya, itulah kehormatan terbesar," ujarnya.

Kasus ini menjadi salah satu perdebatan sosial-politik paling unik di Turki tahun ini. Sejumlah pengamat menilai pencopotan Çiçekli mencerminkan benturan antara gaya hidup modern dan nilai-nilai konservatif yang masih kuat di sebagian wilayah Turki, sementara para pendukungnya melihat keputusan tersebut sebagai tindakan yang berlebihan terhadap seorang pejabat yang berupaya mempromosikan gaya hidup sehat dan pariwisata daerah. (hanoum/arrahmah.id)