Memuat...

Iran Ngamuk, Tembakkan Rudal ke Bahrain dan Kuwait

Hanoum
Ahad, 7 Juni 2026 / 22 Zulhijah 1447 04:17
Iran Ngamuk, Tembakkan Rudal ke Bahrain dan Kuwait
Foto ilustrasi. [Foto: AFP/AHMAD GHARABLI]

TEHERAN (Arrahmah.id) -- Iran meluncurkan sedikitnya tujuh rudal balistik dan sejumlah drone ke arah Bahrain serta Kuwait pada Jumat (5/6/2026) waktu setempat setelah Amerika Serikat menyerang beberapa lokasi radar pengawasan pantai milik Iran.

Serangan tersebut memperburuk situasi di Teluk Persia dan mengancam gencatan senjata rapuh yang sebelumnya diupayakan untuk meredakan konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Menurut Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM), seperti dilansir AP News (6/6/2026), rudal dan drone Iran ditembakkan ke arah negara-negara sekutu Washington di kawasan Teluk, termasuk Bahrain dan Kuwait.

Sebagian besar proyektil berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Amerika Serikat dan negara-negara Teluk sehingga tidak menimbulkan kerusakan besar maupun korban jiwa.

Serangan Iran terjadi beberapa jam setelah militer Amerika Serikat mengumumkan telah mencegat empat drone Iran di sekitar Selat Hormuz dan melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah situs radar pantai Iran di Pulau Qeshm dan wilayah Goruk. Washington menyebut tindakan tersebut dilakukan untuk melindungi jalur pelayaran internasional dan pasukan sekutunya di kawasan.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim bahwa serangan rudal itu ditujukan ke fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait.

Media pemerintah Iran menyebut sasaran utama adalah pangkalan udara Ali Al Salem di Kuwait serta fasilitas yang terkait dengan Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat di Bahrain. Namun, pihak Amerika Serikat membantah klaim bahwa instalasi militernya mengalami kerusakan signifikan.

Pemerintah Bahrain segera mengaktifkan sirene peringatan serangan udara dan meminta warga mencari perlindungan sementara. Di Kuwait, otoritas pertahanan melaporkan bahwa rudal dan drone yang mengarah ke wilayahnya berhasil diintersepsi sebelum mencapai target. Langkah darurat tersebut dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban sipil di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Kementerian Luar Negeri Iran mengecam serangan Amerika Serikat terhadap fasilitas radar negaranya dan menuduh Washington sebagai pihak yang memperburuk situasi keamanan kawasan.

Dalam pernyataannya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengatakan, "Amerika Serikat tidak memiliki kemauan untuk menciptakan stabilitas dan justru membahayakan keamanan kawasan melalui tindakannya."

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat menegaskan bahwa operasi terhadap situs radar Iran merupakan respons atas ancaman terhadap lalu lintas maritim internasional dan serangan drone yang diluncurkan Teheran. Washington juga menyatakan tidak ada laporan korban di pihak personel militernya akibat serangan rudal terbaru Iran.

Dengan saling serang yang kembali terjadi antara Teheran dan Washington, kekhawatiran akan meluasnya konflik ke negara-negara Teluk semakin meningkat. Bahrain dan Kuwait kini menjadi sorotan karena berada di garis depan persaingan geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat yang terus memanas. (hanoum/arrahmah.id)