Memuat...

JNIM Rilis Video Propaganda Serangan Besar di Mali

Hanoum
Ahad, 7 Juni 2026 / 22 Zulhijah 1447 04:07
JNIM Rilis Video Propaganda Serangan Besar di Mali
Tangkapan layar. [Foto: X]

BAMAKO (Arrahmah.id) -- Kelompok militan Jama'at Nusrat al-Islam wal-Muslimin (JNIM), afiliasi Al-Qaeda di kawasan Sahel, merilis video propaganda yang menampilkan serangan besar mereka terhadap sejumlah target militer dan pemerintah di Mali pada 25 April 2026.

Video tersebut dipublikasikan ketika pemerintah junta Mali masih berupaya memulihkan keamanan pascaofensif yang mengguncang negara itu dan menewaskan sejumlah pejabat serta anggota militer.

Video yang dirilis melalui saluran media JNIM memperlihatkan rekaman serangan terhadap instalasi militer, konvoi pasukan, dan pertempuran yang terjadi di beberapa wilayah Mali.

Kelompok tersebut mengklaim berhasil merebut sejumlah posisi strategis dalam operasi yang menjadi salah satu serangan terbesar terhadap pemerintahan militer Mali sepanjang tahun 2026.

Dilansir Africa News (6/6/2026), serangan yang melibatkan JNIM dan kelompok Tuareg itu terjadi pada 25 April dan menyasar sejumlah lokasi secara serentak, termasuk kawasan sekitar ibu kota Bamako, Kati, Gao, Kidal, Mopti, dan Sévaré.

Dalam video propagandanya, JNIM berupaya menampilkan operasi tersebut sebagai kemenangan besar atas pemerintah Mali dan sekutunya. Rekaman itu juga memperlihatkan senjata yang diklaim berhasil direbut serta aktivitas para pejuang di sejumlah wilayah yang menjadi lokasi pertempuran.

Tujuan publikasi tersebut dinilai para pengamat sebagai bagian dari perang informasi untuk meningkatkan moral pendukung kelompok dan menunjukkan kemampuan operasional mereka di tengah tekanan militer yang terus berlangsung.

Sementara itu, Presiden Transisi Mali sekaligus pemimpin junta militer, Assimi Goïta, sebelumnya menegaskan bahwa pemerintah akan terus melawan kelompok-kelompok bersenjata yang mengancam stabilitas negara.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip Africa News setelah gelombang serangan April, pemerintah Mali menegaskan komitmennya untuk mempertahankan integritas wilayah dan memerangi terorisme.

Seorang juru bicara JNIM dalam narasi video tersebut mengklaim bahwa operasi itu merupakan bagian dari perjuangan kelompok melawan pemerintah Mali.

Dalam pesan yang disampaikan dalam video, juru bicara tersebut mengatakan, "Operasi ini menunjukkan kemampuan para mujahidin untuk menyerang musuh di berbagai wilayah dan mempertahankan tekanan terhadap pasukan pemerintah."

Ketegangan di Mali sendiri terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Serangan besar pada April menyebabkan krisis keamanan baru bagi pemerintahan junta, termasuk kematian Menteri Pertahanan Sadio Camara dan meningkatnya aktivitas kelompok bersenjata di berbagai wilayah negara tersebut.

Kondisi itu mendorong pemerintah Mali memperkuat operasi militer dan meningkatkan perburuan terhadap para pemimpin JNIM, termasuk tokoh utamanya, Iyad Ag Ghali, yang kini menjadi salah satu buronan paling dicari di kawasan Sahel. (hanoum/arrahmah.id)