Memuat...

Kalung Palestina dalam Kampanye Prada di Milan Berbuntut Ancaman Boikot

Zarah Amala
Rabu, 1 Juli 2026 / 16 Muharam 1448 11:39
Kalung Palestina dalam Kampanye Prada di Milan Berbuntut Ancaman Boikot
Penyanyi Saint Levant mengenakan kalung Palestina dalam iklan Prada (platform media sosial)

MILAN (Arrahmah.id) - Penampilan penyanyi Palestina, Marwan Abdelhamid, yang dikenal dengan nama panggung Saint Levant, sebagai duta merek (brand ambassador) dalam peragaan busana pria Prada di Milan, memicu gelombang serangan di media sosial. Kontroversi muncul setelah merek fesyen mewah asal Italia tersebut mengunggah konten yang menampilkan Saint Levant mengenakan sebuah kalung yang dianggap oleh akun-akun pro-'Israel' sebagai peta Palestina Historis.

Kampanye protes yang dimotori oleh berbagai akun pro-'Israel' tersebut tidak hanya mengkritik penggunaan atribut tersebut, tetapi juga mendesak masyarakat untuk memboikot Prada. Para penggerak kampanye menuduh bahwa dengan memilih Saint Levant sebagai duta, Prada dianggap mempromosikan narasi penghapusan 'Israel'.

Seruan ini meluas hingga ke upaya menekan Prada secara ekonomi dengan mengaitkan pembelian produk merek tersebut dengan posisi politik mengenai isu 'Israel' dan tuduhan antisemitisme. Selain itu, kampanye ini juga menggali kembali pernyataan masa lalu Saint Levant terkait Gaza dan Palestina, serta menghubungkannya dengan peristiwa di Amsterdam pada akhir 2024.

Unit Sumber Terbuka jaringan Al Jazeera mengungkap bahwa aksi ini bukanlah reaksi spontan, melainkan gelombang tekanan digital yang terorganisir. Analisis terhadap sampel 2.828 unggahan menunjukkan adanya jaringan yang terdiri dari 1.519 akun yang bekerja secara sistematis untuk menekan akun resmi Prada agar menarik diri dari kolaborasi tersebut atau memberikan klarifikasi.

Sejumlah tokoh pro-'Israel', termasuk mantan juru bicara pemerintah 'Israel', Eilon Levy, turut memperkeruh suasana dengan melontarkan kritik satir terhadap keputusan merek tersebut. Seruan boikot ini dilaporkan menyebar lintas bahasa, termasuk dalam bahasa Inggris, Italia, Jerman, dan Ibrani, dengan narasi utama yang seragam mengenai simbol Palestina dari sungai hingga ke laut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Prada belum memberikan pernyataan resmi terkait tekanan publik tersebut. Namun, para analis media menilai bahwa fenomena ini menunjukkan bagaimana simbol-simbol visual dalam kampanye iklan global kini semakin sering dijadikan target tekanan politik dan ekonomi oleh kelompok-kelompok tertentu. (zarahamala/arrahmah.id)