Memuat...

Hadang 'Israel' di Suriah Selatan, Warga Abdin Lempari Batu IDF

Hanoum
Rabu, 1 Juli 2026 / 16 Muharam 1448 05:11
Hadang 'Israel' di Suriah Selatan, Warga Abdin Lempari Batu IDF
Foto ilustrasi. [Foto: X]

DARAA (Arrahmah.id) -- Warga Kota Abdin di Provinsi Daraa, Suriah selatan, melakukan perlawanan terhadap patroli militer 'Israel' yang memasuki wilayah mereka dengan memblokade jalan menggunakan batu dan melempari kendaraan militer.

Insiden yang terjadi pada Ahad (29/6/2026) itu memicu baku ketegangan setelah pasukan 'Israel' melepaskan tembakan peringatan dan menembakkan artileri ke arah desa, sehingga banyak warga memilih mengungsi karena khawatir terjadi eskalasi konflik.

Abdin berada di dekat zona penyangga yang diawasi Pasukan Pengamat Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDOF). Sejak 'Israel' memperluas kendali militernya di wilayah tersebut setelah jatuhnya pemerintahan Bashar al-Assad pada akhir 2024, warga setempat mengaku patroli dan penggerebekan oleh tentara 'Israel' semakin sering terjadi.

Menurut sejumlah saksi, seperti dilansir Daily Sabah (20/6), pasukan 'Israel' memasuki desa dengan kendaraan lapis baja, sementara warga berusaha menghalangi laju kendaraan dengan menutup akses jalan.

Seorang warga Abdin, Mohammad al-Hassan, mengatakan kehadiran pasukan 'Israel' telah menjadi pemandangan yang berulang dan menimbulkan ketakutan di kalangan penduduk.

"Mereka datang ke desa kami secara rutin setiap beberapa hari. Mereka berkeliling dengan kendaraan lapis baja, menggeledah rumah-rumah, dan jika tidak ada yang membuka pintu, mereka mendobraknya. Perempuan dan anak-anak mulai berteriak ketakutan. Itu pengalaman yang sangat mengerikan," ujar Mohammad al-Hassan.

Warga menyebut tentara 'Israel' sempat melepaskan tembakan peringatan ke arah tembok dan di antara kerumunan sebelum menembakkan beberapa peluru artileri ke desa.

Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut, namun sebagian besar penduduk meninggalkan rumah mereka karena khawatir operasi militer akan kembali dilakukan dalam waktu dekat.

Militer 'Israel' menyatakan keberadaan pasukannya di wilayah perbatasan merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan dan mencegah serangan dari kelompok bersenjata.

Seorang pejabat militer 'Israel' yang enggan disebutkan namanya mengklaim bahwa kelompok bersenjata sempat melepaskan tembakan ke salah satu pos 'Israel' di sekitar Abdin, namun tidak ada korban di pihak 'Israel'. Klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Sementara itu, Presiden sementara Suriah Ahmad asy Syaraa kembali menyerukan agar 'Israel' menarik pasukannya dari zona penyangga yang menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa mencakup sekitar 235 kilometer persegi.

Pemerintah Suriah juga mengecam operasi militer dan penembakan 'Israel' di Abdin sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara serta Perjanjian Pelepasan Pasukan tahun 1974.

Ketegangan di Abdin terjadi di tengah mandeknya pembicaraan yang dimediasi Amerika Serikat antara Suriah dan 'Israel' mengenai pengaturan keamanan di wilayah perbatasan.

Banyak warga mengaku berharap dialog tersebut dapat meredakan situasi, namun meningkatnya patroli militer dan bentrokan justru mendorong semakin banyak keluarga meninggalkan desa karena keterbatasan layanan dasar, air bersih, dan listrik. (hanoum/arrahmah.id)