BIHAR (Arrahmah.id) -- Seorang ulama asal Distrik Bhagalpur, Negara Bagian Bihar, India, mengaku menjadi korban penyerangan brutal saat melakukan perjalanan kereta api dari Varanasi menuju kampung halamannya. Korban, Maulana Mazhar Hussain, menyatakan dirinya diserang oleh sekelompok pria Hindu radikal karena identitas janggut dan kopiah yang digunakannya.
Menurut keterangan Maulana Mazhar Hussain, seperti dilansir Millat Times (28/6/2026), peristiwa itu terjadi pada 27 Juni 2026 di dekat Pandit Deen Dayal Upadhyay Junction (dahulu Mughalsarai Junction), Uttar Pradesh.
Ia mengatakan sedang berada di gerbong kelas umum kereta Varanasi–Asansol MEMU Express ketika beberapa pria yang mengenakan syal berwarna safron menghampirinya, melontarkan komentar mengenai janggut dan kopiah yang dikenakannya, lalu diduga melakukan pemukulan menggunakan benda keras yang diduga batu. Akibat serangan tersebut, ia mengalami luka serius di bagian kepala dan tubuh.
Dalam keterangannya kepada media, Maulana Mazhar Hussain menegaskan bahwa dirinya menjadi sasaran semata-mata karena identitas sebagai seorang Muslim.
"Mereka melihat janggut dan kopiah saya, lalu mulai menghina dan menyerang saya. Saya yakin saya diserang karena identitas agama saya," ujar Maulana Mazhar Hussain.
Ia menambahkan bahwa setelah berhasil menyelamatkan diri hingga tiba di stasiun, kondisinya memburuk dan ia akhirnya pingsan sebelum dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Laporan Millet Times menyebut petugas kereta api memberikan pertolongan pertama sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sejauh ini, kepolisian maupun otoritas perkeretaapian India belum mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi kronologi kejadian, motif penyerangan, apakah laporan polisi (FIR) telah didaftarkan, maupun apakah ada tersangka yang telah ditangkap. Karena itu, dugaan bahwa korban diserang akibat identitas agamanya masih berdasarkan keterangan korban dan belum dapat diverifikasi secara independen. (hanoum/arrahmah.id)
