Memuat...

IRGC Klaim Gagalkan Upaya Pelayaran Tanker di Selat Hormuz, Tegaskan Perairan Tetap Ditutup

Zarah Amala
Jumat, 31 Juli 2026 / 17 Safar 1448 10:30
IRGC Klaim Gagalkan Upaya Pelayaran Tanker di Selat Hormuz, Tegaskan Perairan Tetap Ditutup
Selat Hormuz, jalur air strategis yang dilaporkan menjadi inti penolakan Teheran terhadap usulan gencatan senjata AS. (Ilustrasi Gambar: PC)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim bahwa dua kapal tanker minyak sempat berupaya meninggalkan jalur navigasi yang ditentukan di sebelah selatan Selat Hormuz atas dorongan pesawat militer Amerika Serikat, sebelum akhirnya berputar balik usai terjadi kebakaran di atas kapal.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Kamis (30/7/2026), IRGC menyebutkan insiden tersebut terjadi pada malam hari. "Setelah kebakaran besar terjadi di salah satu dari dua kapal yang mengambil rute tidak aman di Hormuz, kedua kapal tersebut dengan cepat kembali," bunyi pernyataan tersebut tanpa merinci identitas kapal maupun penyebab pasti kebakaran.

Pihak Garda Revolusi menegaskan kembali bahwa angkatan laut Iran memegang kendali penuh atas jalur maritim strategis tersebut. "Selat Hormuz adalah wilayah kami, dan pasukan angkatan laut IRGC menegakkan kendali atasnya dengan otoritas penuh," tegas pernyataan itu, sembari memperingatkan bahwa kekuatan asing tidak akan diizinkan melakukan intervensi di kawasan tersebut.

IRGC juga melayangkan ancaman keras kepada negara-negara yang mendukung operasi militer AS. "Negara-negara yang ikut serta membantu pihak agresor akan menerima respons keras jika mereka tidak memperbaiki perilaku mereka," tambahnya.

Selain itu, IRGC menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup selama Amerika Serikat melanjutkan apa yang mereka sebut sebagai intervensi terhadap navigasi maritim.

Pernyataan provokatif ini dirilis hanya beberapa jam setelah AS kembali meluncurkan serangan militer ke wilayah Iran menyusul jeda lima hari. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa gempuran terbaru tersebut dilancarkan sebagai respons atas serangan rudal balistik Iran yang menargetkan pangkalan militer AS di Yordania, menandai eskalasi baru dalam konflik regional yang kian meluas. (zarahamala/arrahmah.id)