Memuat...

Muslimah Diserang Perempuan Rusia di Depan Anak

Hanoum
Jumat, 31 Juli 2026 / 17 Safar 1448 05:26
Muslimah Diserang Perempuan Rusia di Depan Anak
Tangkapan layar. [Foto: Youtube]

SURGUT (Arrahmah.id) -- Seorang perempuan Muslim dilaporkan menjadi korban pelecehan verbal dan serangan fisik yang diduga bermotif kebencian terhadap Islam di Kota Surgut, Rusia. Insiden yang terjadi di ruang publik itu menyita perhatian setelah rekaman video dan kesaksian saksi mata beredar luas di media sosial.

Korban disebut diserang di hadapan anaknya sendiri oleh seorang perempuan yang melontarkan hinaan bernada anti-Muslim sebelum melakukan kontak fisik.

Menurut keterangan saksi yang dikutip RT (30/7/2026), pelaku mendatangi korban lalu mengeluarkan kata-kata penghinaan yang menyasar identitas keagamaannya. Pelaku disebut menyebut korban sebagai "makhluk Islam" dalam nada merendahkan sebelum berusaha menyerangnya secara fisik. Peristiwa itu terjadi ketika korban sedang berada di area umum bersama anaknya.

Saksi mata menyatakan bahwa sejumlah warga yang berada di lokasi segera turun tangan untuk menghentikan kejadian tersebut. Mereka memisahkan pelaku dari korban dan berupaya menenangkan situasi sebelum konflik berkembang lebih jauh. Berkat intervensi warga, serangan tidak berlanjut dan korban dapat menjauh dari lokasi bersama anaknya.

Salah seorang saksi yang terekam dalam video mengatakan, "Kami melihat perempuan itu terus menghina korban karena identitas agamanya. Ketika situasi mulai memanas, orang-orang di sekitar langsung memisahkan mereka agar tidak terjadi kekerasan yang lebih serius."

Hingga kini belum ada pernyataan resmi yang merinci identitas korban maupun pelaku. Otoritas setempat juga belum mengumumkan hasil penyelidikan terkait kemungkinan unsur kejahatan bermotif kebencian dalam insiden tersebut.

Namun rekaman yang beredar telah memicu perdebatan luas di media sosial Rusia mengenai meningkatnya sentimen anti-Muslim dan perlindungan terhadap kelompok minoritas agama.

Sejumlah organisasi dan aktivis Muslim menyoroti bahwa perempuan Muslim yang mengenakan hijab atau niqab kerap menjadi sasaran diskriminasi verbal maupun intimidasi di beberapa wilayah Rusia.

Mereka menilai insiden di Surgut mencerminkan tantangan yang masih dihadapi sebagian Muslimah dalam menjalankan identitas keagamaannya di ruang publik.

Para pemerhati hak asasi manusia juga mengingatkan bahwa hukum Rusia melarang tindakan diskriminasi berdasarkan agama maupun etnis. Mereka mendesak aparat untuk menyelidiki kasus tersebut secara transparan guna memastikan apakah tindakan pelaku memenuhi unsur ujaran kebencian atau kejahatan bermotif kebencian.

Kasus di Surgut menambah daftar insiden yang memicu kekhawatiran mengenai Islamofobia di berbagai negara. Meskipun Rusia memiliki populasi Muslim yang besar dan beragam, sejumlah kelompok masyarakat sipil menilai masih diperlukan upaya lebih kuat untuk mencegah diskriminasi dan menjamin keamanan seluruh warga negara tanpa memandang latar belakang agama mereka. (hanoum/arrahmah.id)