BATANG (Arrahmah.id) - Jumlah siswa dan wali murid yang diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, terus bertambah.
Hingga Jumat (25/9/2026) pagi, total korban yang telah diperiksa fasilitas kesehatan mencapai 498 orang.
Wakil Bupati sekaligus Ketua Satgas MBG Batang, Suyono, merincikan bahwa dari total korban terperiksa tersebut, sebanyak 159 orang telah dirujuk ke sejumlah fasilitas kesehatan.
Sementara itu, 319 orang menjalani rawat jalan dan 20 lainnya masih menjalani rawat inap di puskesmas.
"Terperiksa itu 498 per Jumat pagi ini," ujar Suyono saat ditemui di RSUD Batang, Jumat (25/9/2026).
Di RSUD Batang sendiri, tercatat ada 90 korban yang mendapatkan perawatan intensif. Direktur RSUD Batang, Tri Handayani, membenarkan data tersebut dan menyebutkan bahwa jumlah pasien berpotensi masih bisa bertambah seiring masuknya rujukan baru.
Kendati demikian, Suyono memastikan bahwa kondisi umum para korban yang masih menjalani perawatan sudah mulai membaik.
Fasilitas kesehatan juga terpaksa menambah kapasitas tempat tidur untuk menampung pasien yang datang secara bergelombang sejak kasus ini pertama kali dilaporkan pada Rabu (23/9/2026) di Kecamatan Bawang.
Kasus dugaan keracunan massal ini mendapat perhatian serius dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Berdasarkan hasil investigasi dan pemeriksaan rekaman CCTV, BGN menemukan sejumlah ketidaksesuaian prosedur di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang.
Pengolahan makanan diketahui sudah dimulai sejak Senin (21/9/2026) pukul 19.30 WIB, jauh dari Standar Operasional Prosedur (SOP) yang seharusnya baru dimulai setelah pukul 02.00 WIB pagi hari sebelum makanan dibagikan.
Selain itu, BGN juga menemukan masalah terkait standar fisik bangunan serta sistem pengelolaan limbah di dapur SPPG tersebut.
Sebagai langkah tindak lanjut, operasional dapur SPPG Bawang kini telah resmi dihentikan sementara selama 30 hari guna keperluan evaluasi dan investigasi menyeluruh.
(ameera/arrahmah.id)
