Memuat...

Laut Merah Memanas, Houthi Klaim Jatuhkan Drone Saudi

Hanoum
Selasa, 28 Juli 2026 / 14 Safar 1448 05:58
Laut Merah Memanas, Houthi Klaim Jatuhkan Drone Saudi
Sebuah drone terbakar setelah ditembak jatuh di provinsi Al-Jawf, Yaman, 26 Juli 2026. [Foto: Xinhua]

SANAA (Arrahmah.id) -- Milisi Syiah Houthi di Yaman mengklaim berhasil menembak jatuh sebuah drone pengintai milik Arab Saudi di Provinsi Al-Jawf, Yaman utara, di tengah meningkatnya ketegangan militer antara kedua pihak. Pada saat yang hampir bersamaan, sebuah kapal tanker yang berlayar di Laut Merah melaporkan adanya ledakan atau proyektil yang jatuh sangat dekat dengan jalur pelayarannya, memicu kekhawatiran baru terhadap keamanan salah satu jalur perdagangan energi terpenting dunia.

Menurut pernyataan militer Houthi, seperti dilansir AP (26/7/2026), drone yang ditembak jatuh merupakan pesawat nirawak pengintai bersenjata buatan Turki yang dioperasikan oleh Arab Saudi.

Juru bicara militer Houthi Yahya Saree mengatakan pesawat tersebut sedang menjalankan apa yang disebutnya sebagai "operasi permusuhan" di wilayah udara Yaman sebelum berhasil dihancurkan oleh sistem pertahanan kelompok tersebut. Rekaman yang dirilis Houthi memperlihatkan puing-puing pesawat yang terbakar di sebuah area pegunungan.

"Pasukan pertahanan udara kami berhasil menembak jatuh drone pengintai bersenjata milik musuh Saudi ketika sedang melakukan operasi bermusuhan di wilayah Yaman," kata Yahya Saree dikutip dari Xinhua.

Insiden itu terjadi hanya sehari setelah Houthi mengklaim menyerang fasilitas minyak Arab Saudi dan beberapa hari setelah kelompok tersebut mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi di Laut Merah.

Dalam beberapa pekan terakhir, kelompok yang didukung Iran itu meningkatkan ancaman terhadap infrastruktur energi Saudi dan jalur pelayaran internasional sebagai respons atas serangan udara yang menurut mereka dilakukan oleh pasukan yang didukung Riyadh.

Secara terpisah, badan keamanan maritim melaporkan sebuah kapal tanker yang berlayar di Laut Merah mengalami insiden "close splash", istilah yang digunakan ketika sebuah proyektil atau ledakan jatuh sangat dekat dengan kapal tanpa mengenainya secara langsung. Meski tidak ada korban maupun kerusakan yang dilaporkan, kejadian tersebut kembali menegaskan tingginya risiko keamanan bagi kapal-kapal komersial yang melintasi kawasan tersebut.

Ketegangan di Laut Merah telah meningkat tajam sejak Houthi mengancam akan mengganggu lalu lintas kapal yang terkait dengan Arab Saudi. Reuters melaporkan bahwa sejumlah kapal tanker minyak bahkan membatalkan atau mengubah rute pelayaran mereka setelah kelompok tersebut menyerang dua kapal tanker Saudi pekan lalu.

Ancaman terhadap jalur Bab el-Mandeb dinilai dapat berdampak besar terhadap pasokan energi global karena sekitar 12 persen perdagangan dunia melewati kawasan tersebut.

Data pelayaran terbaru juga menunjukkan lalu lintas kapal di Laut Merah mengalami penurunan signifikan setelah serangan-serangan terbaru terhadap aset energi Saudi.

Perusahaan analisis maritim Kpler mencatat jumlah kapal komoditas yang melintasi Selat Bab el-Mandeb turun ke level terendah dalam beberapa bulan terakhir akibat meningkatnya ancaman keamanan. (hanoum/arrahmah.id)