Memuat...

Masjid Agung Al Azhar Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan di Tengah Kekeringan dan Musibah

Ameera
Selasa, 1 September 2026 / 20 Rabiulawal 1448 21:02
Masjid Agung Al Azhar Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan di Tengah Kekeringan dan Musibah
Masjid Agung Al Azhar Gelar Salat Istisqa, Doakan Hujan di Tengah Kekeringan dan Musibah

JAKARTA (Arrahmah.id) — Pengelola Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menggelar salat Istisqa sebagai ikhtiar dan doa untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kekeringan serta berbagai musibah yang melanda sejumlah wilayah Indonesia.

Kepala Kantor Masjid Agung Al Azhar, Tatang Komara, mengatakan pelaksanaan salat Istisqa merupakan salah satu bentuk respons umat Islam terhadap kondisi yang tengah dihadapi masyarakat.

“Sebagai seorang muslim, kita merespons itu dengan berdoa dan beristigfar. Kita muhasabah. Salah satu upaya kita bagaimana supaya Allah secepatnya menurunkan hujan, maka dalam syariat agama Islam ada yang namanya salat Istisqa,” kata Tatang kepada wartawan di Jakarta, Selasa.

Menurut Tatang, salat Istisqa merupakan ibadah yang dilakukan untuk memohon turunnya hujan kepada Allah SWT. Pelaksanaannya menjadi bagian dari ikhtiar spiritual masyarakat ketika menghadapi kekeringan maupun musibah.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut dari surat Dewan Masjid Indonesia (DMI) yang mendorong Masjid Agung Al Azhar menjadi salah satu pelopor pelaksanaan salat Istisqa di Jakarta.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Ketua Umum DMI Pusat sekaligus Wakil Presiden Ke-10 dan Ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK).

Tatang menuturkan, JK menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan salat Istisqa tersebut. JK juga mengajak masyarakat untuk tidak tinggal diam dalam menghadapi berbagai musibah yang terjadi.

“Dengan musibah yang bertubi-tubi itu kita tidak boleh berdiam diri. Perlu ikhtiar dan berdoa,” ujar Tatang mengutip pesan JK.

Selain memperbanyak doa dan melakukan ikhtiar, masyarakat juga diimbau untuk melakukan introspeksi atau muhasabah diri. Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam menghadapi berbagai kondisi yang terjadi di masyarakat.

Tatang mengatakan pelaksanaan salat Istisqa di Masjid Agung Al Azhar diharapkan menjadi contoh bagi masjid-masjid lainnya, khususnya jaringan Masjid Al Azhar di sejumlah daerah.

Ia menyebut kegiatan serupa akan dilanjutkan secara berestafet di beberapa Masjid Al Azhar lainnya.

“Kami sudah instruksikan ke teman-teman di masjid. Ada di Sentra Primer, Cakung, kemudian di Cikarang, kemudian di Bintaro,” kata Tatang.

Ia berharap gerakan tersebut dapat menjadi ikhtiar bersama untuk menghadapi kekeringan dan berbagai musibah. Selain itu, pelaksanaan salat Istisqa di sejumlah masjid diharapkan mendorong masyarakat di berbagai wilayah untuk melakukan kegiatan serupa sebagai bentuk doa, introspeksi, dan ikhtiar bersama.

(ameera/arrahmah.id)