JAKARTA (Arrahmah.id) - Persiapan pelaksanaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII Tahun 2026 terus dimatangkan. Forum lima tahunan tersebut akan menjadi ruang permusyawaratan nasional bagi berbagai komponen umat Islam untuk merumuskan pandangan, memperkuat persatuan, serta menyusun langkah strategis dalam menghadapi berbagai persoalan keumatan, kebangsaan, dan kenegaraan.
Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Halal, Rofiqul Umam Ahmad, menjelaskan bahwa Kongres Umat Islam Indonesia merupakan forum yang mempertemukan berbagai unsur umat Islam dari seluruh Indonesia guna membahas berbagai tantangan yang dihadapi bangsa sekaligus merumuskan solusi bersama.
“Kongres Umat Islam Indonesia adalah forum permusyawaratan berbagai unsur dan komponen umat Islam di Tanah Air untuk membahas berbagai persoalan serta mencari solusi terhadap tantangan keumatan, kebangsaan, dan kenegaraan,” kata Rofiqul Umam di Kantor MUI Pusat, Jalan Proklamasi 51, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2026), seperti dilaporkan Hidayatullah.
Menurut Rofiqul Umam, forum tersebut diharapkan mampu membangun kesepahaman sekaligus menyatukan gerakan, pemikiran, dan langkah strategis seluruh elemen umat Islam demi mewujudkan kemaslahatan serta kemajuan umat, bangsa, dan negara.
Kongres Umat Islam Indonesia VIII akan mengusung tema “Umat Bersatu, Bangsa Berdaulat, Negara Kuat.” Tema tersebut merefleksikan komitmen umat Islam Indonesia untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki dalam memperkuat persatuan, menjaga kedaulatan bangsa, serta memperkokoh ketahanan negara di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks. (haninmazaya/arrahmah.id)
