COUNTY TYRONE (Arrahmah.id) -- Sebuah insiden yang memicu kecaman luas terjadi di Irlandia Utara setelah sebuah replika masjid dipasang di atas tumpukan api unggun loyalis dan rencananya dibakar dalam perayaan tahunan "Eleventh Night". Polisi kemudian menangkap seorang pria berusia 56 tahun terkait dugaan tindak pidana kebencian (hate crime), sementara pemerintah Inggris, politisi lintas partai, dan organisasi hak asasi manusia mengecam aksi tersebut sebagai bentuk hasutan terhadap kebencian anti-Muslim.
Dilansir Sky News (9/7/2026), peristiwa itu terjadi di kawasan Moygashel, County Tyrone, Irlandia Utara, menjelang peringatan Battle of the Boyne yang diperingati setiap 12 Juli oleh komunitas loyalis pro-Inggris.
Di puncak struktur api unggun setinggi beberapa meter dipasang replika masjid lengkap dengan spanduk bertuliskan “Secure Our Borders” dan “End the Threat of Radical Islam”.
Menurut Kepolisian Irlandia Utara (PSNI), seorang pria kemudian ditangkap atas dugaan menampilkan materi yang bersifat mengancam, menghina, atau bertujuan menghasut kebencian.
Kecaman datang dari berbagai pihak. Menteri Urusan Irlandia Utara Inggris, Hilary Benn, menyebut tindakan tersebut tidak mencerminkan masyarakat Irlandia Utara secara umum dan harus ditolak bersama-sama.
Dalam pernyataannya, Benn mengatakan, "Ini bukan tentang tradisi dan sama sekali tidak mewakili mayoritas masyarakat Irlandia Utara. Kita harus bersatu dan menolak sepenuhnya kebencian semacam ini."
Sementara itu, Direktur Amnesty International Irlandia Utara, Patrick Corrigan, menyebut pemasangan replika masjid tersebut sebagai upaya terang-terangan untuk memicu kebencian terhadap umat Islam.
Ia menegaskan, "Ini adalah tampilan yang keji dan merupakan upaya nyata untuk membangkitkan kebencian anti-Muslim serta mengintimidasi keluarga-keluarga Muslim setempat."
Corrigan mendesak aparat segera mengambil tindakan hukum terhadap pihak yang bertanggung jawab.
Partai nasionalis Sinn Féin dan sejumlah partai unionis juga mengecam insiden tersebut. Anggota parlemen daerah dari Sinn Féin, Colm Gildernew, menyebutnya sebagai kejahatan kebencian yang jelas dan meminta replika itu segera dicopot.
Kontroversi ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan terkait isu imigrasi dan sentimen anti-Muslim di Irlandia Utara dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut laporan Reuters, lokasi yang sama sebelumnya juga pernah menuai kontroversi setelah membakar replika perahu pengungsi pada tahun lalu.
Polisi menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat dalam pemasangan simbol tersebut. (hanoum/arrahmah.id)
