HAIFA (Arrahmah.id) -- Pangkalan Udara Ramat David, salah satu fasilitas militer utama 'Israel' di bagian utara negara itu, dilaporkan mengalami kerusakan setelah menjadi sasaran serangan rudal Iran. Citra satelit yang dianalisis sejumlah media internasional menunjukkan adanya kerusakan pada area hanggar di pangkalan tersebut, sementara militer 'Israel' mengakui fasilitas itu terdampak serangan meski menegaskan tidak ada korban jiwa dan operasional tetap berjalan.
Dilansir The Times of Israel (10/6/2026), serangan terjadi setelah Iran meluncurkan rentetan rudal balistik ke wilayah 'Israel' pada 8-9 Juni 2026 sebagai respons atas serangan 'Israel' terhadap target yang terkait dengan Iran dan sekutunya di Lebanon.
Menurut laporan militer 'Israel', sekitar 30 rudal ditembakkan Iran dalam gelombang serangan tersebut, dengan sebagian besar berhasil dicegat sistem pertahanan udara 'Israel'.
Namun, citra satelit yang dipublikasikan media Iran dan kemudian dianalisis sejumlah lembaga pemantau menunjukkan adanya kerusakan yang diduga terjadi pada salah satu hanggar di Pangkalan Udara Ramat David, yang terletak di dekat Haifa. Pangkalan ini merupakan salah satu pusat operasi penting Angkatan Udara 'Israel' dan kerap digunakan untuk mendukung operasi militer di kawasan utara.
Militer 'Israel' (IDF) untuk pertama kalinya mengonfirmasi bahwa salah satu pangkalan udaranya memang mengalami kerusakan akibat serangan rudal Iran. Meski demikian, pihak militer menekankan bahwa kerusakan yang terjadi tidak memengaruhi kemampuan operasional angkatan udara 'Israel'.
"Pangkalan udara mengalami kerusakan akibat serangan rudal minggu ini, tetapi tidak ada korban luka dan seluruh kegiatan operasional tetap berlangsung seperti biasa," ujar IDF.
Sementara itu, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim bahwa serangan tersebut secara khusus menargetkan Pangkalan Udara Ramat David karena dianggap sebagai salah satu lokasi yang digunakan 'Israel' untuk melancarkan operasi militer terhadap Lebanon.
Menurut media pemerintah Iran, serangan dilakukan menggunakan rudal balistik Kheibar Shekan dan Qadr yang memiliki jangkauan jauh serta kemampuan menembus sistem pertahanan udara.
"Pangkalan Ramat David menjadi salah satu target operasi balasan kami terhadap agresi Israel," ungkap IRGC.
Hingga Rabu (10/6), situasi keamanan di kawasan masih tetap tegang. 'Israel' dan Iran sama-sama menyatakan siap merespons jika terjadi serangan lanjutan, sementara komunitas internasional terus menyerukan deeskalasi guna mencegah konflik yang lebih luas di Timur Tengah. (hanoum/arrahmah.id)
