Memuat...

Pemukim 'Israel' Bakar Masjid Palestina di Tepi Barat

Hanoum
Jumat, 13 Maret 2026 / 24 Ramadan 1447 07:22
Pemukim 'Israel' Bakar Masjid Palestina di Tepi Barat
Warga Palestina berjalan melewati grafiti ofensif yang ditulis dalam bahasa Ibrani di dinding masjid Mohammad Fayyad di desa Duma, Palestina, selatan Nablus di Tepi Barat yang diduduki Israel, pada 12 Maret, menyusul laporan serangan oleh pemukim Israel. [Foto: AFP]

TEPI BARAT (Arrahmah.id) -- Kelompok pemukim 'Israel' kembali melakukan serangan terhadap tempat ibadah di wilayah Palestina setelah sebuah masjid di Tepi Barat dibakar dan dirusak. Insiden terbaru ini terjadi di desa Tell dekat Nablus, ketika pintu masuk Masjid Abu Bakr al-Siddiq dibakar dan dindingnya dicoret dengan slogan rasis, memperdalam kekhawatiran atas meningkatnya kekerasan terhadap warga Palestina di wilayah pendudukan.

Menurut Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina, seperi dilansir Reuters (11/3/2026), para pemukim datang pada malam hari dan mencoba membakar sebagian bangunan masjid. Warga yang datang untuk salat menemukan karpet hangus, pintu depan rusak, serta bekas asap di dinding dan jendela bangunan ibadah tersebut.

Rekaman kamera pengawas menunjukkan dua orang membawa bahan bakar dan cat semprot sebelum melarikan diri dari lokasi. Para pelaku juga meninggalkan grafiti berisi pesan kebencian terhadap umat Islam serta slogan “price tag”, istilah yang sering dikaitkan dengan aksi balasan oleh kelompok pemukim ekstremis terhadap warga Palestina.

Otoritas Palestina mengecam keras insiden tersebut dan menyebutnya sebagai serangan terhadap tempat suci umat Islam. Data kementerian menunjukkan bahwa serangan terhadap masjid di Tepi Barat meningkat, dengan 45 insiden serangan terhadap masjid tercatat pada 2025 saja.

Militer 'Israel' mengatakan pasukan dan polisi telah dikirim ke lokasi setelah laporan diterima dan sedang mencari para tersangka. Meski demikian, kelompok hak asasi manusia kerap mengkritik bahwa pelaku kekerasan dari kalangan pemukim jarang diadili.

Insiden pembakaran masjid ini terjadi di tengah lonjakan kekerasan pemukim di Tepi Barat. Laporan media internasional menyebut serangan terhadap desa Palestina, termasuk penembakan dan pembakaran properti, meningkat dalam beberapa bulan terakhir seiring memanasnya konflik regional.

Tepi Barat sendiri dihuni sekitar tiga juta warga Palestina dan lebih dari setengah juta pemukim Israel. Sebagian besar komunitas internasional menganggap permukiman 'Israel' di wilayah tersebut ilegal menurut hukum internasional, meskipun pemerintah Israel menolak pandangan itu.

Para pejabat Palestina memperingatkan bahwa serangan terhadap tempat ibadah dapat memperburuk ketegangan religius dan politik di kawasan yang sudah lama dilanda konflik berkepanjangan antara 'Israel' dan Palestina. (hanoum/arrahmah.id)