Memuat...

'Tak Ada Tempat untuk Amerika!’ Iran Umumkan Babak Baru di Selat Hormuz

Samir Musa
Kamis, 30 April 2026 / 13 Zulkaidah 1447 20:35
'Tak Ada Tempat untuk Amerika!’ Iran Umumkan Babak Baru di Selat Hormuz
Pemimpin Iran, Mojtaba Khamenei (media iran)

TEHERAN (Arrahmah.id) – Mojtaba Khamenei menyatakan bahwa “babak baru sedang terbentuk” di kawasan Teluk dan Selat Hormuz, seraya menegaskan bahwa masa depan kawasan tersebut akan berjalan tanpa kehadiran Amerika Serikat dan akan diarahkan bagi kemajuan, keamanan, serta kesejahteraan negara-negara di dalamnya.

Dalam pesan yang disiarkan media Iran pada Kamis (30/4), ia menyebut Teluk Persia sebagai “sebuah nikmat” yang tidak sekadar wilayah perairan, melainkan bagian dari identitas dan peradaban Iran. Ia juga menekankan pentingnya kawasan tersebut sebagai jalur vital ekonomi global, yang terhubung dengan Selat Hormuz dan Laut Oman.

Ia menuding Amerika Serikat sebagai sumber utama ketidakstabilan di kawasan, dengan menyebut kehadiran militer dan pangkalan AS di negara-negara Teluk sebagai “faktor terbesar ketidakamanan”. Menurutnya, pangkalan-pangkalan tersebut bahkan tidak mampu melindungi dirinya sendiri, apalagi menjamin keamanan sekutu-sekutunya.

Mojtaba menegaskan bahwa Iran sebagai negara dengan garis pantai terpanjang di Teluk telah memberikan “pengorbanan terbesar” dalam menjaga kedaulatan kawasan. Ia merujuk pada sejarah Iran dalam mengusir Portugis dari kawasan dan membebaskan Selat Hormuz, serta menghadapi pengaruh kolonial Belanda dan Inggris.

Ia juga menyatakan bahwa dalam dua bulan terakhir, masyarakat kawasan telah menyaksikan “keteguhan dan kewaspadaan” kekuatan laut Iran, baik dari militer maupun Korps Garda Revolusi Islam, di samping semangat dan keberanian warga di wilayah selatan Iran dalam menolak dominasi asing.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Iran memiliki “nasib bersama” dengan negara-negara tetangganya di Teluk dan Laut Oman, seraya menambahkan bahwa kekuatan asing yang datang dari jarak jauh “tidak memiliki tempat di kawasan ini kecuali di dasar laut”.

Ia menekankan bahwa Teheran akan terus berupaya mengamankan kawasan Teluk serta mengakhiri apa yang disebutnya sebagai “penyalahgunaan” Selat Hormuz oleh pihak musuh. Ia juga mengisyaratkan adanya “aturan hukum dan manajemen baru” terhadap selat tersebut yang diklaim akan membawa stabilitas dan kemajuan bagi negara-negara kawasan.

Dalam pernyataannya, Mojtaba turut menyebut bahwa apa yang ia gambarkan sebagai “kemenangan” dari kebijakan perlawanan dan strategi “Iran kuat” akan menjadi pengantar bagi terbentuknya tatanan baru, baik di tingkat regional maupun global.

Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling vital di dunia. Data menunjukkan sekitar 20 juta barel minyak per hari—setara hampir 20% konsumsi global—melewati selat ini. Selain itu, sekitar 20% perdagangan gas alam cair (LNG) dunia juga melintasi jalur tersebut.

(Samirmusa/arrahmah.id)