Memuat...

Netanyahu Ungkap Kanker Prostat, Disebut Mirip Kasus Ariel Sharon

Hanoum
Senin, 27 April 2026 / 10 Zulkaidah 1447 04:13
Netanyahu Ungkap Kanker Prostat, Disebut Mirip Kasus Ariel Sharon
Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu. [Foto: CNN]

TEL AVIV (Arrahmah.id) -- Perdana Menteri 'Israel' Benjamin Netanyahu mengungkap bahwa dirinya sempat menjalani perawatan kanker prostat pada tahap awal, memunculkan perbandingan dengan kondisi kesehatan mantan pemimpin Israel Ariel Sharon, meski keduanya memiliki karakter medis yang berbeda.

Pengungkapan tersebut disampaikan Netanyahu pada April 2026 melalui laporan medis yang sebelumnya tidak dipublikasikan ke publik. Dalam keterangan resminya, disebutkan bahwa kanker prostat ditemukan saat pemeriksaan rutin dan telah ditangani melalui terapi radiasi, dengan hasil yang dinyatakan berhasil tanpa komplikasi berarti.

Netanyahu menjelaskan bahwa penyakit tersebut berada pada tahap sangat dini dan tidak menyebar, sehingga tidak mengganggu aktivitasnya sebagai kepala pemerintahan.

“Saya menjalani perawatan untuk kanker prostat tahap awal dan saat ini berada dalam kondisi sehat,” ujar Benjamin Netanyahu dalam pernyataan resminya yang dikutip Haaretz (26/4).

Laporan dari The Times of Israel  menyebutkan bahwa keputusan untuk tidak segera mengumumkan kondisi tersebut diambil dengan pertimbangan keamanan dan stabilitas di tengah situasi geopolitik yang sensitif.

Perbandingan kemudian muncul dengan kasus kesehatan Ariel Sharon, yang pada 2006 mengalami stroke berat hingga menyebabkan koma berkepanjangan. Berbeda dengan Netanyahu, kondisi Sharon bersifat akut dan berdampak langsung pada kemampuan menjalankan pemerintahan hingga akhirnya digantikan.

Secara medis, kanker prostat tahap awal yang dialami Netanyahu dinilai memiliki tingkat risiko lebih rendah dan dapat ditangani secara efektif jika terdeteksi dini. Sementara itu, stroke yang dialami Sharon merupakan kondisi darurat dengan dampak neurologis permanen.

Pengamat politik dan kesehatan menilai bahwa meski kedua kasus berbeda, isu kesehatan pemimpin tetap menjadi perhatian publik karena berimplikasi pada transparansi dan stabilitas pemerintahan. Diskursus ini kembali mengemuka seiring pengungkapan kondisi Netanyahu setelah proses perawatan selesai dilakukan.

Hingga kini, Benjamin Netanyahu dilaporkan tetap menjalankan tugas kenegaraan secara normal, dengan kondisi kesehatan yang dinyatakan stabil berdasarkan laporan medis terbaru. (hanoum/arrahmah.id)