KABUL (Arrahmah.id) - Dalam pertemuan para sekretaris dewan keamanan negara-negara Asia Tengah dan Rusia, situasi di Afghanistan dan dampaknya terhadap kawasan tersebut sekali lagi mendominasi diskusi.
Sergei Shoigu, sekretaris Dewan Keamanan Rusia, menekankan selama pertemuan yang diadakan di sela-sela konferensi keamanan internasional Rusia bahwa Moskow menganggap penempatan infrastruktur militer AS dan NATO di Afghanistan atau negara-negara tetangga tidak dapat diterima dan merupakan sumber peningkatan risiko di kawasan tersebut, lansir Tolo News (28/5/2026).
Ia menambahkan bahwa, tidak seperti Barat, Rusia benar-benar tertarik pada stabilitas dan keamanan Asia Tengah.
Sergei Shoigu mengatakan: “Mengingat perkembangan terkait Iran, kami menganggap penempatan infrastruktur militer Amerika Serikat dan NATO di Afghanistan atau negara-negara tetangga tidak dapat diterima. Tindakan seperti itu hanya akan membawa risiko dan ancaman.”
Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan Rusia, Shoigu juga menekankan bahwa proses perdamaian Afghanistan harus berjalan berdasarkan hukum internasional dan menyerukan pertemuan antara perwakilan khusus negara-negara untuk Afghanistan untuk membahas ancaman keamanan.
Shoigu lebih lanjut menyatakan: “Situasi di Afghanistan tetap kompleks. Ancaman yang ditimbulkan oleh perdagangan narkoba, penyelundupan senjata, dan aktivitas kelompok teroris internasional masih terus berlanjut.”
Faridullah Zazi, seorang analis politik, mengatakan: “Stabilitas di Afghanistan penting bagi Rusia, termasuk negara-negara Asia Tengah, dan ketidakstabilan dapat secara langsung mengancam keamanan Rusia.”
Reaksi Rusia terhadap kemungkinan penempatan infrastruktur Amerika di Afghanistan muncul setelah Presiden AS Donald Trump berulang kali menyerukan untuk merebut kembali Pangkalan Udara Bagram, pernyataan yang menuai reaksi keras dari para pejabat Imarah Islam. (haninmazaya/arrahmah.id)
