RIYADH (Arrahmah.id) -- Pemerintah Arab Saudi mengecam keras dugaan serangan Iran terhadap kapal tanker Saudi Wedyan dan kapal tanker Qatar Al Rekayyat saat keduanya melintas di Selat Hormuz.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Saudi pada Selasa (8/7/2026), Riyadh menyebut insiden tersebut sebagai ancaman serius terhadap keamanan pelayaran internasional dan pasokan energi global di salah satu jalur laut terpenting dunia.
Menurut otoritas Saudi, seperti dilansir Asharq Al-Awsat (8/7), kapal tanker Wedyan mengalami kerusakan saat berlayar di perairan sekitar Selat Hormuz, sementara kapal LNG Qatar Al Rekayyat juga menjadi sasaran serangan terpisah yang memicu kebakaran di ruang mesin.
Seluruh awak kapal Al Rekayyat dilaporkan berhasil dievakuasi dengan selamat, meskipun kapal tersebut masih menunggu proses penyelamatan di perairan dekat Oman.
Dalam pernyataannya, Kementerian Luar Negeri Saudi menegaskan bahwa kerajaan memegang Iran bertanggung jawab penuh atas insiden tersebut.
"Serangan-serangan yang tidak dapat diterima ini merupakan pelanggaran terhadap keamanan dan keselamatan navigasi internasional serta mengancam keamanan pasokan energi dunia," demikian pernyataan resmi pemerintah Saudi yang dikutip Asharq Al-Awsat.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk setelah serangkaian konfrontasi yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan sekutu-sekutunya.
Data maritim menunjukkan ancaman terhadap pelayaran di Selat Hormuz kini dinaikkan ke level "parah" (severe), sementara lalu lintas kapal komersial di jalur tersebut menurun drastis akibat kekhawatiran akan serangan lanjutan. Selat Hormuz selama ini menjadi jalur transit bagi sekitar seperlima perdagangan minyak dan gas dunia.
Qatar juga melayangkan protes diplomatik kepada Teheran dan menyatakan Iran bertanggung jawab secara hukum atas serangan terhadap Al Rekayyat.
Sejumlah negara Arab serta organisasi regional turut mengutuk insiden tersebut dan menyerukan perlindungan terhadap kebebasan navigasi internasional. Parlemen Arab bahkan mengeluarkan pernyataan khusus yang mengecam serangan terhadap kedua kapal tanker tersebut.
Hingga kini, pemerintah Iran belum memberikan tanggapan rinci terhadap tuduhan terbaru tersebut. Namun, ketegangan yang kembali meningkat di Selat Hormuz dikhawatirkan dapat memperburuk stabilitas kawasan dan memicu gangguan lebih luas terhadap pasar energi global yang masih sensitif terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah. (hanoum/arrahmah.id)
