ANKARA (Arrahmah.id) – Presiden Amerika Serikat, , mengklaim bahwa dirinya kini menjadi target utama dalam daftar pembunuhan yang disusun Iran. Pernyataan itu disampaikan saat konferensi pers di Ankara, Turki, usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) , Rabu, lansir Al Jazeera.
Trump menyampaikan pernyataan tersebut ketika membahas perkembangan hubungan Amerika Serikat dengan Iran. Setelah kembali mengancam akan melanjutkan serangan udara sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz, ia mengaku menyadari bahwa dirinya berada dalam bahaya.
"Mereka memiliki para pemimpin, lalu mereka pergi. Kini mereka memiliki kelompok pemimpin yang lain, dan mereka juga bisa saja pergi. Tahukah kalian? Saya juga bisa saja pergi, karena saya berada di urutan pertama dalam daftar target mereka," kata Trump.
Presiden AS itu juga membela kebijakannya dalam menghadapi konflik dengan Iran. Menurutnya, tujuan utama Washington adalah mengakhiri persoalan tersebut, bukan sekadar "bermain-main dengan para pemimpin Iran yang ada saat ini."
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, , menanggapi pernyataan Trump dengan mengatakan bahwa Teheran tidak akan membalas ucapan yang dianggap menghina dengan kata-kata serupa.
"Kami tidak membalas keburukan dengan keburukan, tetapi dengan tindakan, keberanian luar biasa, dan sikap yang tidak mengenal rasa takut," ujarnya.
Di sisi lain, Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum juga melontarkan kritik keras terhadap Trump. Ia menyebut Presiden AS itu sebagai "penjahat dan pembunuh", serta mengatakan bahwa Trump harus dihadapi dengan bahasa yang dipahaminya, yaitu "bahasa kekuatan".
Pernyataan saling serang tersebut muncul ketika Iran dan Amerika Serikat masih menjalani perundingan yang berlangsung alot melalui mediasi Qatar dan Pakistan. Negosiasi itu bertujuan mencapai kesepakatan permanen untuk mengakhiri perang antara kedua negara.
Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan "Israel" melawan Iran, yang dimulai pada 28 Februari lalu, telah menewaskan lebih dari 3.000 orang di Iran, menurut otoritas Teheran. Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan yang diklaim menyebabkan korban jiwa di pihak Amerika Serikat dan "Israel".
(Samirmusa/arrahmah.id)
