WASHINGTON (Arrahmah.id) – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa nota kesepahaman antara Washington dan Teheran diyakini telah berakhir. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya eskalasi ketegangan antara kedua negara.
Saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal menjelang penyelenggaraan KTT aliansi tersebut di Ankara, Trump menegaskan bahwa dirinya tidak lagi ingin berurusan dengan Iran.
"Saya tidak ingin berurusan dengan Iran. Kita telah membuang banyak waktu bersama Iran, dan sekarang kita harus melakukan tugas kita," ujar Trump.
Trump juga melontarkan kritik keras terhadap para pemimpin Iran dengan menyebut mereka sebagai "orang-orang sakit, sampah, dan pelaku kejahatan yang brutal". Ia kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir.
Di pihak lain, Presiden Iran, , menegaskan bahwa negaranya akan tetap teguh mempertahankan hak-haknya di tengah kembali memanasnya hubungan dengan Washington.
Sementara itu, Angkatan Bersenjata Iran pada Rabu (8/7) memperingatkan bahwa setiap wilayah atau fasilitas yang memberikan akses kepada militer Amerika Serikat untuk melancarkan serangan terhadap Iran akan dianggap sebagai sasaran yang sah.
Dalam pernyataan Markas Pusat Khatam al-Anbiya, yang merupakan pusat komando operasi militer Iran, disebutkan bahwa setiap bentuk dukungan kepada militer Amerika untuk melanggar kedaulatan Republik Islam Iran akan menjadi target sah bagi Angkatan Bersenjata Iran.
Di sisi lain, militer Amerika Serikat mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap lebih dari 80 target Iran sebagai respons atas serangan terhadap tiga kapal di yang dituduhkan kepada Teheran.
Sebagai balasan, mengklaim telah menyerang puluhan instalasi militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait.
Eskalasi terbaru ini memperlihatkan meningkatnya risiko konfrontasi langsung antara Amerika Serikat dan Iran, yang berpotensi memperluas instabilitas keamanan di kawasan Timur Tengah.
(Samirmusa/arrahmah.id)
