Memuat...

Warga Gaza yang Dikira Syahid Ternyata Masih Hidup Setelah 3 Tahun Dipenjara

Zarah Amala
Rabu, 8 Juli 2026 / 23 Muharam 1448 11:06
Warga Gaza yang Dikira Syahid Ternyata Masih Hidup Setelah 3 Tahun Dipenjara
Narapidana yang dibebaskan, Adham al-Banna dari Gaza, muncul di antara para narapidana yang dibebaskan setelah keluarganya selama 3 tahun mengira dia telah gugur sebagai martir bersama tiga saudara laki-lakinya (media sosial).

KHAN YUNIS (Arrahmah.id) - Sebuah momen emosional yang menyerupai kisah fiksi terjadi di Jalur Gaza saat Adham Al-Banna, seorang warga yang telah dinyatakan hilang selama tiga tahun dan dikira telah syahid, tiba-tiba muncul di antara para tawanan Palestina yang baru saja dibebaskan oleh otoritas 'Israel' pada Senin (6/7/2026).

Selama tiga tahun terakhir, keluarga Adham hidup dalam duka yang mendalam. Mereka meyakini bahwa pria asal Jabalia, Gaza utara, tersebut telah gugur bersama dengan ketiga saudaranya dalam serangan militer 'Israel'. Namun, harapan yang telah lama padam berubah menjadi kejutan luar biasa saat Adham terlihat turun dari bus yang membawa para tawanan yang dibebaskan di RS Nasser, Khan Yunis.

​Momen pertemuan kembali Adham dengan keluarganya dipenuhi dengan tangis dan rasa tidak percaya. Suasana di rumah sakit berubah menjadi pemandangan yang sangat mengharukan, di mana rasa kehilangan yang selama ini membayangi keluarga tersebut tergantikan oleh sukacita yang tak terlukiskan.

Rami Abdu, Ketua Euro-Med Human Rights Monitor, mengonfirmasi bahwa Adham Al-Banna telah menjalani masa penahanan selama tiga tahun dalam kondisi penghilangan paksa di penjara 'Israel'. Keluarga Adham tidak pernah mendapatkan informasi mengenai keberadaan atau statusnya sejak awal konflik, yang membuat mereka menyimpulkan bahwa ia telah tewas.

​Kisah Adham menjadi sorotan luas di kalangan warga Palestina dan pengguna media sosial. Jurnalis Palestina, Muhammad Haniyeh, menggambarkan kepulangan Adham sebagai "kisah dari dunia khayalan". "Muncul tiba-tiba setelah tiga tahun dianggap syahid... seolah-olah dia bangkit dari kematian," tulis Haniyeh melalui akun media sosialnya.

Kemunculan Adham kembali menghidupkan diskusi mengenai ribuan warga Gaza yang hingga kini statusnya tidak diketahui. Banyak keluarga yang hidup dalam ketidakpastian serupa, terjebak di antara duka kehilangan dan harapan tipis bahwa orang yang mereka cintai mungkin masih hidup dan ditahan dalam kondisi penghilangan paksa oleh otoritas pendudukan.

​Pihak aktivis hak asasi manusia menegaskan bahwa kasus Adham hanyalah puncak gunung es dari praktik penghilangan paksa yang dilakukan 'Israel'. Banyak tahanan yang diasingkan tanpa akses komunikasi, membuat keluarga mereka kehilangan jejak dan terpaksa berasumsi bahwa mereka telah menjadi korban jiwa.

​Kepulangan Adham kini menjadi simbol harapan bagi ribuan keluarga lain yang masih menanti kabar tentang nasib anggota keluarga mereka yang hilang. Di tengah situasi Gaza yang masih dilanda krisis, kisah Adham memberikan secercah keyakinan bahwa keajaiban, sekecil apa pun, tetap ada di tengah duka yang panjang. (zarahamala/arrahmah.id)