Memuat...

Serangan Udara 'Israel' di Jalur Gaza Tewaskan Tiga Warga dan Sasar Tenda Pengungsian

Zarah Amala
Jumat, 29 Mei 2026 / 13 Zulhijah 1447 10:15
Serangan Udara 'Israel' di Jalur Gaza Tewaskan Tiga Warga dan Sasar Tenda Pengungsian
Serangan udara 'Israel' sebelumnya di Jalur Gaza menargetkan sebuah bangunan di kamp pengungsi Nuseirat (AFP).

GAZA (Arrahmah.id) - Setidaknya tiga warga Palestina dilaporkan tewas dan beberapa lainnya mengalami luka-luka akibat serangan pesawat nirawak (drone) 'Israel' yang menyasar sebuah pos keamanan di kawasan Al-Mawasi, Khan Yunis, bagian selatan Jalur Gaza. Berdasarkan informasi dari sumber di Rumah Sakit Nasser, insiden tersebut terjadi pada Kamis malam hingga Jumat (29/5/2026) dini hari.

Selain penargetan tersebut, militer 'Israel' juga dilaporkan melakukan serangkaian serangan ke sejumlah titik lainnya di dalam kantong wilayah tersebut. Otoritas pertahanan sipil setempat menyatakan bahwa petugas di lapangan tengah menangani kebakaran yang melanda tenda-tenda pengungsi di kawasan Al-Mawasi, Al-Qarara, Khan Yunis, pasca-terjadinya hantaman udara.

Di wilayah lain, laporan lapangan menyebutkan bahwa serangan udara juga diarahkan ke sekitar kawasan Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa yang terletak di bagian pusat Jalur Gaza, setelah area pemukiman di sekitarnya sempat dikosongkan oleh penduduk.

Rangkaian insiden ini berlangsung pada hari kedua perayaan Idul Adha. Sebelumnya pada hari pertama hari raya, wilayah pusat Kota Gaza juga menghadapi eskalasi serangan udara intensif yang menyebabkan 10 warga Palestina meninggal dunia, termasuk dua anak-anak dan dua wanita, serta puluhan lainnya mengalami luka-luka.

Rentetan serangan di lapangan ini tetap terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata yang sejatinya telah dinyatakan berlaku sejak 10 Oktober 2025, guna meredakan konflik besar yang telah berlangsung selama dua tahun sebelumnya sejak Oktober 2023.

Situasi di lapangan semakin dinamis setelah Perdana Menteri 'Israel', Benjamin Netanyahu, pada Kamis kemarin secara resmi mengumumkan instruksi baru kepada jajaran militer untuk memperluas area kendali operasi mereka hingga mencakup 70 persen dari total luas wilayah Jalur Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)