Memuat...

Serangan Udara "Israel" Terus Menghantam Lebanon Selatan

Hanin Mazaya
Ahad, 27 September 2026 / 16 Rabiulakhir 1448 19:06
Serangan Udara "Israel" Terus Menghantam Lebanon Selatan
Asap mengepul di atas ibu kota Lebanon, Beirut, menyusul serangan udara "Israel". (Foto: Anwar Amro/opb.org)

NABATIEH (Arrahmah.id) - Militer pendudukan "Israel" melancarkan serangan udara pada Ahad dini hari (27/9/2026) di beberapa wilayah Lebanon selatan, di tengah pelanggaran berkelanjutan oleh Tel Aviv terhadap kesepakatan kerangka kerja yang ditengahi AS dan ditandatangani pada Juni.

Serangan tersebut menyasar sejumlah kota di wilayah Tyre, Nabatieh, Marjayoun, dan Bint Jbeil—termasuk Mansouri, Wadi Zibqin, Nabatieh al-Fawqa, Kfar Tibnit, Mayfadoun, Kafr Rumman, Mazraat al-Shomeriya, Al-Qusayr, Beit Yahoun, Safarin, dan Hadatha—demikian dilaporkan kantor berita negara NNA.

Pasukan "Israel" menghancurkan beberapa rumah di Mansouri (distrik Tyre), sementara Wadi Zibqin dihantam tembakan artileri yang disertai tembakan senapan mesin berat, menurut laporan tersebut.

Di Nabatieh, pesawat tempur "Israel" melancarkan serangkaian serangan udara sepanjang malam, menghantam Nabatieh al-Fawqa dua kali, serta wilayah pinggiran Kfar Tibnit dan kota Mayfadoun, di mana satu serangan menghancurkan sebuah rumah hingga rata dengan tanah.

Wilayah Doha Kafr Rumman juga menjadi sasaran tembakan artileri. Di distrik Marjayoun, artileri "Israel" membombardir pinggiran Mazraat al-Shomeriya dan kota Al-Qusayr.

Pasukan "Israel" melepaskan tembakan senapan mesin ke arah Beit Yahoun dan Safarin di Bint Jbeil, sementara sebuah tank "Israel" menembakkan empat peluru ke arah Hadatha sebelum pasukan "Israel" bergerak menuju pusat kota dan membakar kawasan tersebut.

Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di platform media sosial AS, X, militer "Israel" mengklaim serangan itu merupakan respons terhadap serangan pesawat nirawak (drone) bermuatan bahan peledak milik Hizbullah yang diluncurkan pada Sabtu ke arah pasukan "Israel" di wilayah yang mereka sebut sebagai "zona keamanan" di Lebanon selatan.

Hizbullah belum memberikan komentar terkait klaim "Israel" tersebut.

Sejak 2 Maret, "Israel" telah melancarkan operasi militer di Lebanon yang menewaskan sedikitnya 4.386 orang, melukai 12.407 lainnya, dan menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi, menurut otoritas Lebanon. Serangan-serangan tersebut terjadi meskipun telah ada perjanjian kerangka kerja yang ditengahi oleh AS dan ditandatangani pada Juni; perjanjian itu mengatur penarikan bertahap pasukan "Israel" dari wilayah Lebanon yang diduduki sebagai imbalan atas pengerahan tentara Lebanon dan pelucutan senjata Hizbullah. (haninmazaya/arrahmah.id)