Memuat...

Tembak dan Diterkam Anjing, Mantan Tahanan Palestina Ungkap Dua Tahun Penyiksaan di Penjara "Israel"

Samir Musa
Jumat, 10 Juli 2026 / 25 Muharam 1448 18:00
Tembak dan Diterkam Anjing, Mantan Tahanan Palestina Ungkap Dua Tahun Penyiksaan di Penjara "Israel"
"Mantan tahanan Yaqub As-Sabbar menceritakan kepada Al Jazeera detik-detik dirinya ditembak pasukan pendudukan dan diterkam anjing pelacak saat penangkapannya." (Al Jazeera)

RAMALLAH (Arrahmah.id) – Mantan tahanan Palestina, Yaqub As-Sabbar, mengungkap pengalaman pahit yang dialaminya selama dua tahun mendekam di penjara penjajah "Israel". Ia mengaku menjadi korban penembakan, serangan anjing pelacak, serta penelantaran medis hingga dilarang mendapatkan pengobatan meski mengalami luka parah.

As-Sabbar, warga kawasan Ramallah Tahta di Kota Ramallah, Tepi Barat, dibebaskan pada Rabu (8/7/2026) setelah menjalani masa tahanan terakhir selama dua tahun. Secara keseluruhan, ia telah menghabiskan sekitar 10 tahun hidupnya di balik jeruji penjara "Israel".

Ia ditangkap pasukan penjajah pada 12 Agustus 2024 setelah rumahnya di Ramallah digerebek. Saat penangkapan, pasukan "Israel" melepaskan anjing pelacak untuk menyerangnya sebelum kemudian memberondongnya dengan tembakan.

Dalam wawancaranya dengan Al Jazeera, As-Sabbar mengatakan dirinya kehilangan kesadaran akibat luka yang dideritanya. Peluru yang menghantam kedua kakinya menghancurkan tulang-tulang kaki sehingga ia kehilangan kemampuan berjalan karena cedera yang sangat serius.

"Setelah anjing-anjing dilepaskan untuk menyerang saya, mereka menembaki saya hingga saya pingsan. Peluru menghancurkan tulang kaki saya dan membuat saya tidak bisa berjalan," tuturnya.

Akibat luka tersebut, As-Sabbar sempat dirawat di rumah sakit sebelum dipindahkan ke penjara. Namun selama menjalani penahanan, ia mengaku menjadi korban kebijakan penelantaran medis.

Menurutnya, pihak administrasi penjara menolak memberikan perawatan meskipun kondisinya membutuhkan penanganan segera. Setiap kali meminta pengobatan, ia justru mendapat jawaban bahwa dirinya adalah seorang "perusak" sehingga tidak berhak menerima layanan medis.

"Mereka mengatakan kepada saya, 'Kamu seorang perusak, orang-orang seperti kamu dilarang mendapatkan pengobatan'," ungkapnya.

Sesaat setelah dibebaskan dari Penjara Negev (Naqab), As-Sabbar dipindahkan melalui Perlintasan Adh-Dhahiriya di selatan Al-Khalil (Hebron) sebelum langsung dilarikan ke Rumah Sakit Konsultan di Ramallah untuk menjalani perawatan intensif. Rekaman video yang beredar memperlihatkan detik-detik dirinya keluar dari penjara dalam kondisi memprihatinkan dan segera dievakuasi ke rumah sakit.

Sementara itu, lembaga-lembaga Palestina yang menangani urusan tahanan pada akhir bulan lalu menyatakan bahwa penjara-penjara "Israel" telah berubah menjadi salah satu arena utama praktik genosida terhadap rakyat Palestina. Mereka menuduh penjajah menerapkan kebijakan kelaparan, penghinaan, penolakan layanan kesehatan, serta penyiksaan fisik dan psikologis terhadap para tahanan.

Sejak agresi dan genosida "Israel" di Jalur Gaza dimulai, otoritas penjajah dilaporkan telah menangkap sekitar 23.000 warga Palestina dari Tepi Barat, termasuk perempuan, anak-anak, dan mantan tahanan yang sebelumnya telah dibebaskan.

(Samirmusa/arrahmah.id)