Memuat...

Universitas Terkemuka Iran Dibombardir, 34 Orang Tewas

Hanin Mazaya
Senin, 6 April 2026 / 18 Syawal 1447 16:11
Universitas Terkemuka Iran Dibombardir, 34 Orang Tewas
(Foto: NBC News)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Sedikitnya 34 orang tewas, termasuk enam anak, akibat serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan "Israel" di seluruh Iran, yang menargetkan sebuah universitas terkemuka serta daerah pemukiman, setelah Presiden AS Donald Trump menetapkan batas waktu Selasa bagi Teheran untuk sepenuhnya membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi serangan terhadap pembangkit listrik dan jembatannya.

Kantor berita Fars melaporkan pada Senin (6/4/2026) bahwa serangan udara menewaskan 23 orang, termasuk empat anak perempuan dan dua anak laki-laki berusia di bawah 10 tahun, di Kabupaten Baharestan, provinsi Teheran.

Setidaknya lima orang tewas dalam serangan terhadap sebuah bangunan tempat tinggal di kota Qom, menurut wakil gubernur bidang politik dan keamanan, Morteza Heydari. Enam orang lainnya tewas di Bandar-e Lengeh, di Iran selatan, kata pihak berwenang.

Setidaknya selusin kota di Iran terkena serangan, termasuk Bandar Abbas, Ahvaz, Mahshahr, Shiraz, Isfahan, dan Karaj, lansir Al Jazeera.

Serangan gabungan AS-Israel juga menghantam Universitas Sharif di Teheran, salah satu universitas sains terkemuka di Iran, yang sering dibandingkan dengan Massachusetts Institute of Technology (MIT) di AS. Tohid Asadi dari Al Jazeera, melaporkan dari Teheran, mengatakan fasilitas tersebut terkena dampak parah, dengan kerusakan luas dilaporkan di masjid dan laboratorium di kompleks tersebut.

“Kementerian Sains dan Teknologi Iran memberi tahu kami bahwa setidaknya 30 universitas telah terkena serangan” sejak awal perang pada 28 Februari, katanya.

 

Iran Bersumpah Akan Melakukan Serangan Balasan
Serangan-serangan ini menyusul ancaman Trump yang penuh kata-kata kasar di Truth Social, yang menuntut Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz atau menghadapi "neraka". Iran telah memperingatkan akan melakukan serangan balasan, dengan mengatakan akan membalas "dengan cara yang sama" terhadap setiap serangan terhadap infrastrukturnya, dengan para pejabat senior mengutuk pernyataan presiden sebagai "hasutan untuk kejahatan perang". Selat tersebut, yang dilalui sekitar 20 persen minyak dan gas global, telah berada di bawah blokade efektif oleh Iran sebagai tanggapan terhadap perang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Esmaeil Baghaei mengatakan bahwa rakyat Iran tidak gentar dengan ancaman Trump dan bahwa mereka tidak akan dipaksa untuk melakukan kesepakatan yang tidak menguntungkan. Ia mengatakan pernyataan Trump adalah "indikasi dari pola pikir kriminal" dan sama dengan "hasutan untuk kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan".

Baghaei juga memperingatkan bahwa Iran akan menanggapi setiap serangan terhadap infrastrukturnya dengan melancarkan serangan serupa di wilayah tersebut.

Ali Akbar Velayati, penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei, mengatakan bahwa satu kesalahan langkah oleh salah satu negara dapat sangat mengganggu aliran energi global dan perdagangan internasional.

Velayati menambahkan bahwa meskipun AS telah belajar beberapa pelajaran dari sejarah Iran, AS "belum memahami geografi kekuasaan".

Sementara itu, "Israel" juga menghadapi beberapa serangan rudal, dengan alarm berbunyi di beberapa bagian negara. Menurut stasiun radio resmi "Israel", empat rentetan rudal Iran diluncurkan pada dini hari.

Petugas penyelamat menarik dua jenazah dari reruntuhan bangunan yang terkena serangan di Haifa, sementara dua warga masih hilang.

Layanan ambulans dan pertahanan sipil melaporkan beberapa korban luka, beberapa di antaranya serius, di lebih dari 20 lokasi, termasuk Tel Aviv, Petah Tikva, dan Ramat Gan.

Media berita Ynet mengatakan seorang wanita berusia 34 tahun "mengalami luka serius" akibat rudal pencegat di Petah Tikva.

Stasiun televisi Channel 2 menerbitkan gambar asap yang mengepul di atas Gush Dan dan Bnei Brak, serta video kerusakan kecil pada sebuah bangunan di Tel Aviv.  (haninmazaya/arrahmah.id)