Memuat...

Serangan Drone 'Israel' Kembali Tewaskan Anak Palestina Saat Mencari Air di Gaza

Zarah Amala
Sabtu, 4 Juli 2026 / 19 Muharam 1448 10:15
Serangan Drone 'Israel' Kembali Tewaskan Anak Palestina Saat Mencari Air di Gaza
Sebuah drone Israel menewaskan seorang anak Palestina yang sedang mengambil air di Kota Gaza. (Foto: Media sosial. Desain: Palestine Chronicle)

GAZA (Arrahmah.id) - Seorang anak Palestina tewas dan satu lainnya terluka akibat serangan bom yang dijatuhkan oleh quadcopter milik militer 'Israel' di Kota Tua, Gaza City, pada Jumat pagi (3/7/2026).

Menurut laporan Pertahanan Sipil Gaza, kedua anak tersebut sedang berupaya mengisi wadah air di belakang Masjid Al-Omari ketika serangan drone tersebut terjadi. Satu anak dilaporkan tewas seketika di tempat kejadian, sementara anak lainnya menderita luka-luka akibat ledakan tersebut. Insiden ini terjadi di tengah terus berlanjutnya operasi militer 'Israel' di Jalur Gaza, meski kesepakatan gencatan senjata telah diteken.

Selain serangan drone, Quds News Network (QNN) melaporkan bahwa militer 'Israel' terus menggencarkan serangan di berbagai wilayah. Tank-tank 'Israel' melepaskan tembakan berat ke arah wilayah selatan, dengan peluru yang dilaporkan mengenai tenda-tenda pengungsian warga Palestina di Rafah. Helikopter Apache menyerang kamp pengungsian Bureij dan wilayah timur Gaza City, sementara artileri membombardir Jabaliya serta area barat laut Rafah. Kapal perang 'Israel' meningkatkan penembakan di lepas pantai Gaza City dan Khan Yunis, sementara drone terus melakukan penerbangan intensif di atas Jabaliya. Pasukan pendudukan juga dilaporkan melakukan operasi penghancuran bangunan di timur Gaza City.

Serangan tanpa henti ini terus berlangsung sejak 7 Oktober 2023, mengabaikan seruan internasional dan langkah mengikat dari Mahkamah Internasional (ICJ) untuk mencegah jatuhnya korban lebih lanjut.

Data terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza mencatat bahwa perang telah menyebabkan lebih dari 246.000 warga Palestina tewas atau terluka, dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. Selain itu, lebih dari 9.000 orang dilaporkan hilang di bawah reruntuhan bangunan. Ratusan ribu warga juga terpaksa mengungsi di tengah kehancuran infrastruktur yang luas dan krisis kelaparan yang semakin memburuk di seluruh Jalur Gaza. (zarahamala/arrahmah.id)