Memuat...

Afghanistan dan Uzbekistan Menandatangani Perjanjian Perdagangan Senilai Lebih dari $5 Miliar

Hanin Mazaya
Rabu, 27 Mei 2026 / 11 Zulhijah 1447 18:57
Afghanistan dan Uzbekistan Menandatangani Perjanjian Perdagangan Senilai Lebih dari $5 Miliar
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Kamar Dagang dan Investasi Afghanistan (ACCI) mengumumkan bahwa sektor swasta Uzbekistan telah menandatangani perjanjian perdagangan dan nota kesepahaman senilai lebih dari 5 miliar dolar AS dengan Afghanistan selama delapan bulan terakhir.

Perjanjian ini mencakup sektor-sektor termasuk buah-buahan segar dan kering, batu mulia dan semi-mulia, batubara, semen, karpet, kapas, bahan baku, produk makanan, dan farmasi.

Menurut kamar dagang tersebut, selama periode ini, beberapa delegasi perdagangan melakukan perjalanan antara Kabul dan Tashkent, dengan diskusi yang terutama berfokus pada perluasan hubungan perdagangan dan kerja sama ekonomi.

Mohammad Wali Amini, kepala dewan eksekutif ACCI, menekankan: “Sebagai hasil dari program-program ini, volume perdagangan antara kedua negara —yang sebelumnya berada di kisaran 400 hingga 500 juta dolar AS— kini telah mencapai lebih dari 1,5 miliar dolar AS, dan diperkirakan akan meningkat menjadi hampir 5 miliar dolar AS dalam satu hingga dua tahun ke depan.”

Sejumlah investor Uzbekistan mengatakan mereka siap untuk berinvestasi di industri tekstil, produksi garmen, dan sektor budidaya kapas di Afghanistan, lansir Tolo News (26/5/2026).

Mereka menekankan bahwa jika listrik yang terjangkau dan kerja sama pemerintah tersedia, mereka siap untuk menginvestasikan jutaan dolar di sektor industri Afghanistan.

Bakhtiyar Janov, seorang pengusaha Uzbekistan, mengatakan: “Jika kondisi yang sesuai tersedia —terutama listrik murah dan kerja sama pemerintah— kami siap untuk menginvestasikan antara $10 juta dan $15 juta di Afghanistan selama satu hingga dua tahun ke depan dan mendirikan pabrik pemintalan.”

Pengusaha Uzbekistan lainnya menambahkan: “Kami berasal dari Republik Uzbekistan dan provinsi Andijan, dan pabrik kami memproduksi berbagai jenis pakaian untuk anak-anak, wanita, dan pria. Tujuan kami adalah untuk bekerja sama dengan Afghanistan dan mengekspor produk tekstil ke negara ini.”

Kabul dan Tashkent berupaya membuka babak baru kerja sama ekonomi antara Afghanistan dan Uzbekistan, dengan tujuan meningkatkan volume perdagangan bilateral menjadi $5 miliar selama lima tahun ke depan.

Menurut para analis, mencapai tujuan ini membutuhkan investasi besar-besaran dalam transit, energi, industri, dan fasilitasi proses ekspor dan impor antara kedua negara. (haninmazaya/arrahmah.id)