Memuat...

Arab Saudi Kejar Rekor Dunia dengan Rencana Gedung Raksasa 2 Kilometer

Hanoum
Selasa, 26 Mei 2026 / 10 Zulhijah 1447 05:51
Arab Saudi Kejar Rekor Dunia dengan Rencana Gedung Raksasa 2 Kilometer
Ilustrasi desain proyek Rise Tower di Riyadh, Arab Saudi, bakal calon gedung tertinggi di dunia. [Foto : HKS Architects]

RIYADH (Arrahmah.id) -- Arab Saudi kembali mengejutkan dunia dengan ambisi membangun gedung pencakar langit setinggi 2 kilometer, hampir dua kali lipat lebih tinggi dari Burj Khalifa yang saat ini menjadi bangunan tertinggi di dunia. Proyek supertinggi itu disebut menjadi bagian dari transformasi besar-besaran Arab Saudi dalam program Vision 2030 yang digagas Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Menurut laporan media properti dan arsitektur internasional, proyek tersebut direncanakan dibangun di ibu kota baru kawasan bisnis utara Riyadh dengan teknologi konstruksi mutakhir yang mampu menopang struktur setinggi dua kilometer. Jika terealisasi, gedung itu akan memecahkan seluruh rekor konstruksi modern dunia.

Laporan Architect Magazine dan New Atlas (25/5/2026), menyebut proyek tersebut sedang dikaji oleh sejumlah firma arsitektur global, termasuk perusahaan yang sebelumnya terlibat dalam pembangunan Jeddah Tower dan Burj Khalifa. Gedung raksasa itu nantinya diproyeksikan memiliki hotel mewah, apartemen, pusat bisnis, observatorium, hingga area hiburan terpadu.

Dalam wawancara dengan media internasional, seorang pejabat proyek yang tidak disebutkan namanya mengatakan Arab Saudi ingin menciptakan simbol baru kekuatan ekonomi dan teknologi negara tersebut. Pejabat itu menyatakan, “Kami ingin membangun sesuatu yang belum pernah dicapai manusia sebelumnya.”

Ambisi pembangunan gedung supertinggi ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi ekonomi Arab Saudi yang selama ini bergantung pada minyak. Pemerintah Saudi dalam program Vision 2030 terus mendorong pembangunan kota futuristik, kawasan wisata, dan megaproyek arsitektur untuk menarik investasi global serta meningkatkan sektor pariwisata.

Sebelumnya Arab Saudi juga mengembangkan sejumlah megaproyek kontroversial seperti NEOM, kota futuristik senilai ratusan miliar dolar di kawasan Laut Merah, serta proyek kota linear “The Line” yang dirancang membentang sepanjang 170 kilometer di gurun Saudi.

Namun proyek gedung 2 kilometer itu juga memicu perdebatan di kalangan pakar arsitektur dan ekonomi. Banyak ahli mempertanyakan tantangan teknis, biaya fantastis, konsumsi energi, hingga dampak lingkungan dari pembangunan struktur setinggi itu di wilayah gurun.

Analis konstruksi global dari Council on Tall Buildings and Urban Habitat (CTBUH) Antony Wood mengatakan, “Membangun gedung setinggi dua kilometer bukan hanya tantangan arsitektur, tetapi juga tantangan logistik dan keberlanjutan.”

Meski demikian, Arab Saudi tampaknya tetap serius mengejar proyek-proyek monumental sebagai simbol era baru negara tersebut. Jika berhasil dibangun, gedung 2 kilometer itu diperkirakan akan menjadi ikon arsitektur paling spektakuler abad ke-21 sekaligus mempertegas persaingan Timur Tengah dalam pembangunan pencakar langit dunia. (hanoum/arrahmah.id)