Memuat...

AWG Gaungkan Advokasi Global untuk Palestina, Ajak Seluruh Umat Beragama Jadi Pembela Kemanusiaan

Ameera
Ahad, 1 November 2026 / 22 Jumadilawal 1448 17:29
AWG Gaungkan Advokasi Global untuk Palestina, Ajak Seluruh Umat Beragama Jadi Pembela Kemanusiaan
AWG Gaungkan Advokasi Global untuk Palestina, Ajak Seluruh Umat Beragama Jadi Pembela Kemanusiaan

JAKARTA (Arrahmah.id) – Aqsa Working Group (AWG) menggelar kegiatan berskala besar dalam rangkaian Bulan Solidaritas Palestina (BSP) 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Ahad (1/11/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun gerakan advokasi kemanusiaan untuk Palestina yang melibatkan masyarakat dunia tanpa memandang latar belakang agama dan keyakinan.

Pembina Utama AWG, Imaamul Muslimin KH. Yakhsyallah Mansur, mengatakan advokasi untuk Palestina tidak boleh hanya dipahami dalam konteks perjuangan hukum.

Lebih dari itu, advokasi harus tumbuh dari kesadaran dan kepedulian hati setiap manusia terhadap penderitaan sesama.

“Iya betul, advokasi secara global. Karena memang juga kita terus gaungkan bagaimana bukan hanya advokasi secara dalam arti hukum,” ujar Yakhsyallah Mansur di Monas, Ahad (1/11/2026).

Menurutnya, kepedulian terhadap rakyat Palestina merupakan tanggung jawab kemanusiaan yang melampaui batas agama, bangsa, maupun kelompok tertentu.

Karena itu, AWG mengajak seluruh masyarakat dari berbagai latar belakang keyakinan untuk mengambil peran sebagai pembela hak-hak rakyat Palestina.

“Tapi advokasi secara dari dalam hati manusia. Bagaimana siapa pun yang namanya manusia, apa pun agamanya, diharapkan bisa menjadi advokat bagi rakyat Palestina,” tegasnya.

Mansur juga menekankan pentingnya perhatian dan dukungan penuh masyarakat Indonesia terhadap persoalan Palestina.

Untuk memperkuat gerakan solidaritas tersebut, AWG merangkum tiga poin utama yang perlu menjadi perhatian bersama.

Pertama, memastikan dukungan dan solidaritas Indonesia terhadap perjuangan rakyat Palestina terus mengalir dan tidak berhenti.

Kedua, mendorong Indonesia mengambil peran lebih besar dalam perjuangan pembebasan Masjidil Aqsa, sebagaimana semangat solidaritas negara-negara Asia dan Afrika yang pernah terbangun melalui Konferensi Asia Afrika.

Ketiga, menegaskan bahwa persoalan Palestina bukan semata-mata persoalan umat Islam, melainkan persoalan kemanusiaan universal yang membutuhkan dukungan seluruh umat beragama.

Mansur menjelaskan, kondisi di Palestina, khususnya Jalur Gaza, memperlihatkan bahwa penderitaan akibat konflik tidak hanya dialami umat Islam. Berbagai kelompok masyarakat, termasuk umat Kristen, turut menjadi korban kehancuran dan kekerasan.

“Di sana banyak orang Kristen, bahkan ada orang Yahudi, dan gereja-gereja pun banyak yang hancur di Gaza. Itulah apa namanya yang kita inginkan agar ini tidak hanya di kalangan umat Islam,” ungkapnya.

Melalui rangkaian Bulan Solidaritas Palestina 2026, AWG berharap dukungan terhadap Palestina semakin meluas dan menjadi gerakan bersama masyarakat internasional.

AWG juga ingin membangun kesadaran bahwa membela Palestina merupakan bagian dari upaya menegakkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, dan hak asasi manusia.

Dengan demikian, solidaritas terhadap rakyat Palestina diharapkan tidak hanya hadir dalam bentuk pernyataan dukungan, tetapi juga melalui advokasi nyata yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dunia.

(ameera/arrahmah.id)