Memuat...

Pasukan Pendudukan "Israel" Terus Melancarkan Serangan di Lebanon Selatan

Hanin Mazaya
Ahad, 1 November 2026 / 22 Jumadilawal 1448 17:28
Pasukan Pendudukan "Israel" Terus Melancarkan Serangan di Lebanon Selatan
Pasukan pendudukan "ISrael" berpatroli di Lebanon selatan pada Januari lalu. (Foto: Dok. IDF)

LEBANON (Arrahmah.id) - Pasukan pendudukan "Israel" melanjutkan serangan mereka terhadap berbagai kota dan wilayah di Lebanon selatan pada Sabtu malam (31/10/2026), dengan melancarkan serangan udara, tembakan artileri, ledakan, serta penyisiran menggunakan senapan mesin, demikian dilaporkan Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA).

Kantor berita tersebut melaporkan bahwa pesawat milik pasukan pendudukan "Israel" terbang rendah di atas kota Tyre dan wilayah sekitarnya, melancarkan serangan udara ke kota al-Mansouri serta menyasar sebuah masjid di al-Amriyah, di sebelah selatan kota tersebut.

Artileri "Israel" menembaki wilayah di antara Zawtar al-Sharqiyah dan Mayfadoun, Wadi al-Hujair di dekat al-Ghandouriyah, Beit Yahoun, serta pinggiran Baraachit di kegubernuran Nabatieh, tambah kantor berita tersebut.

Di distrik Marjayoun, pasukan pendudukan "Israel" memicu ledakan di kota Khiam sembari melakukan penyisiran dengan senapan mesin ke arah kota tersebut. Sementara itu, tembakan artileri "Israel" menyasar wilayah pinggiran Houla.

Pasukan tersebut juga melakukan serangkaian ledakan di Baraachit, yang terletak di distrik Bint Jbeil, serta di Tallouseh, yang berada di distrik Marjayoun. Suara ledakan tersebut terdengar hingga ke wilayah yang luas di Lebanon selatan.

Sebuah tank Merkava "Israel" menembakkan peluru ke pinggiran Sarbine, sementara pasukan pendudukan "Israel" memicu ledakan lainnya di Wadi al-Ghadir, yang terletak di antara Sarbine dan Haris di distrik Bint Jbeil.

Lebanon dan "Israel" menandatangani perjanjian kerangka kerja pada 26 Juni yang mengatur penarikan bertahap pasukan "Israel" dari wilayah-wilayah yang sempat mereka masuki di Lebanon selatan, seiring dengan pengerahan tentara Lebanon ke wilayah tersebut.

Namun, serangan, tembakan artileri, dan operasi penghancuran menggunakan buldoser yang terus dilakukan oleh "Israel" menghambat penyelesaian pengerahan tentara Lebanon serta mencegah penduduk untuk kembali ke desa mereka. (haninmazaya/arrahmah.id)