Memuat...

Banjir dan Badai Melanda 8 Provinsi di Afghanistan, Lima Orang Tewas

Hanin Mazaya
Ahad, 28 Juni 2026 / 13 Muharam 1448 08:45
Banjir dan Badai Melanda 8 Provinsi di Afghanistan, Lima Orang Tewas
(Foto: Tolo News)

KABUL (Arrahmah.id) - Selama dua hari terakhir, badai, hujan lebat, dan banjir bandang telah menewaskan lima orang dan menyebabkan kerugian finansial yang besar di beberapa provinsi di Afghanistan.

Para pejabat dari Badan Manajemen Bencana Nasional Afghanistan (ANDMA) mengatakan bencana alam tersebut telah menghancurkan ratusan hektar lahan pertanian, rumah-rumah penduduk, jalan raya, dan saluran irigasi.

Juru bicara ANDMA, Mohammad Yousuf Hamad, mengatakan: "Selama 48 jam terakhir, badai, tanah longsor, dan banjir di provinsi Kabul, Zabul, Nangarhar, Kunar, Laghman, Takhar, Kandahar, dan Samangan telah merenggut nyawa lima orang. Tiga puluh rumah dan 15 toko hancur sebagian. Satu jembatan, jaringan pasokan air minum, dan 86 kilometer jalan juga rusak. Selain itu, 2.225 jerib lahan pertanian, 285 panel surya, dan enam kendaraan hancur. Sebanyak 295 ternak mati, sementara 199 keluarga terdampak."

Juru bicara Departemen Manajemen Bencana Alam Kunar, Ezatullah Karimi, mengatakan: "Banjir bandang yang dipicu oleh hujan lebat melanda kota Kunar dan beberapa distrik kemarin, menyebabkan korban jiwa dan kerugian finansial. Satu orang tewas, 200 rumah hancur total atau sebagian, 86 kilometer jalan utama dan jalan sekunder rusak, dan 230 hewan ternak besar dan kecil hilang."

Warga setempat mengatakan banjir menghancurkan rumah, barang-barang rumah tangga, dan harta benda mereka lainnya, mengganggu kehidupan sehari-hari mereka, lansir Tolo News (27/6/2026).

Salah satu korban banjir, Sajjad Bahir, mengatakan: "Setelah hujan, banjir bandang tiba-tiba menerjang. Banjir itu merobohkan dinding rumah kami. Rasanya seperti menghadapi kematian. Saya segera melarikan diri dari rumah, yang sudah hancur. Ketika saya keluar, saya melihat air banjir juga telah menggenangi lahan pertanian kami."

Warga lain, Gul Mohammad, mengatakan: "Hujan dan banjir menghancurkan rumah dan tanaman kami, menyebabkan kerugian finansial yang besar. Kami meminta pemerintah dan organisasi bantuan untuk membantu kami membangun kembali rumah, dinding, dan lahan pertanian kami."

Sementara itu, beberapa warga lain yang terdampak, yang mata pencahariannya sebagian besar bergantung pada pertanian dan peternakan, mengatakan tanaman mereka telah hancur dan memohon bantuan kepada pihak berwenang terkait.

Korban banjir lainnya di Kunar, Mohammad, mengatakan: "Banjir besar memasuki rumah kami setelah hujan, menghancurkan dinding dan lahan pertanian kami. Untungnya, tidak ada yang terluka, tetapi kami mengalami kerugian finansial yang signifikan."

Warga lain, Ghulam Khan, mengatakan: "Banjir menyapu beberapa jerib lahan pertanian. Kami telah menghabiskan antara 40.000 dan 50.000 Afghani untuk setiap jerib, tetapi air banjir menghanyutkan semuanya, menyebabkan kerugian besar."

Dampak perubahan iklim terus meningkatkan frekuensi dan tingkat keparahan hujan lebat dan banjir di Afghanistan, menghancurkan rumah, lahan pertanian, dan infrastruktur publik serta meninggalkan dampak jangka panjang pada kehidupan masyarakat.

Para ahli percaya bahwa pengelolaan sumber daya alam negara yang lebih baik, khususnya air, perhatian yang lebih besar pada konservasi dan perluasan hutan, dan langkah-langkah yang lebih kuat untuk beradaptasi dengan perubahan iklim dapat membantu mengurangi dampak bencana alam di masa depan. (haninmazaya/arrahmah.id)