RIYADH (Arrahmah.id) -- Arab Saudi mengecam keras serangan udara 'Israel' terhadap Pangkalan Udara Militer Abu al-Duhur di Provinsi Idlib, Suriah, pada Selasa (18/8/2026). Riyadh menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan kedaulatan Suriah, sementara serangan 'Israel' dilaporkan merusak landasan pacu serta sejumlah fasilitas di pangkalan tersebut.
Serangan itu dilaporkan berlangsung pada dini hari dan melibatkan delapan serangan udara 'Israel'. Media pemerintah Suriah menyebut landasan pacu dan fasilitas penyimpanan di Abu al-Duhur mengalami kerusakan, tetapi tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Pangkalan tersebut sebelumnya tidak aktif selama bertahun-tahun, tetapi belakangan sedang menjalani proses rehabilitasi.
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyatakan, seperti dilansir Anadolu Agency (19/8), serangan tersebut merupakan “pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional dan kedaulatan Suriah.” Riyadh juga kembali menegaskan dukungannya terhadap kedaulatan, keutuhan wilayah, dan keamanan Suriah.
Dalam pernyataan yang dikutip Arab News, Kementerian Luar Negeri Saudi mengatakan, “Kerajaan menegaskan penolakannya terhadap serangan terang-terangan ini,” sekaligus menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menghentikan pelanggaran 'Israel' terhadap hukum dan norma internasional.
Kecaman Saudi muncul bersamaan dengan reaksi dari sejumlah negara Arab lainnya. Mesir, Yordania, Qatar, dan Kuwait juga mengecam serangan terhadap pangkalan udara tersebut dan memperingatkan bahwa tindakan militer 'Israel' berpotensi meningkatkan ketegangan serta mengancam stabilitas kawasan.
Serangan tersebut juga mendapat kritik dari Amerika Serikat dan Turki. Tom Barrack, utusan khusus AS untuk Suriah, menyebut serangan itu sebagai “eskalasi yang tidak perlu”. Washington kemudian mendorong pembentukan mekanisme komunikasi antara Turki, Israel, dan Suriah untuk mencegah kesalahpahaman yang dapat memicu konfrontasi lebih luas.
Sementara itu, Turki mengecam serangan tersebut karena pangkalan Abu al-Duhur berada di barat laut Suriah, relatif dekat dengan perbatasan Turki. Ankara merupakan salah satu pendukung utama pemerintahan baru Suriah dan belakangan terlibat dalam upaya membantu rehabilitasi infrastruktur militer negara tersebut.
Pemerintah 'Israel' sendiri belum memberikan komentar resmi mengenai serangan tersebut dalam laporan Reuters. Serangan itu menjadi perhatian karena merupakan serangan terhadap aset pemerintah Suriah dan terjadi ketika Washington tengah berusaha mendorong mekanisme deconfliction antara 'Israel', Turki, dan Suriah.
Abu al-Duhur memiliki nilai strategis karena berada di Provinsi Idlib dan berjarak sekitar 70 kilometer dari perbatasan Turki. Pangkalan tersebut telah lama tidak beroperasi akibat perang saudara Suriah, tetapi dalam beberapa waktu terakhir mulai mendapat perhatian dalam rencana rehabilitasi fasilitas pertahanan Suriah. (hanoum/arrahmah.id)
