Memuat...

Viral! Penembakan di Sekolah Zamboanga Disiarkan Langsung, Dua Siswa Tewas

Hanoum
Rabu, 19 Agustus 2026 / 7 Rabiulawal 1448 04:04
Viral! Penembakan di Sekolah Zamboanga Disiarkan Langsung, Dua Siswa Tewas
Tangkapan layar. [Foto: APT]

ZAMBOANGA (Arrahmah.id) -- Penembakan terjadi di sebuah sekolah yang berafiliasi dengan Ateneo de Zamboanga University, Zamboanga, Filipina selatan, pada Selasa (18/8/2026). Seorang siswa kelas 9 dilaporkan menyiarkan aksinya secara langsung menggunakan kamera yang dikenakan di tubuh sebelum menembak seorang siswa kelas 10 hingga tewas dan kemudian mengakhiri hidupnya. Polisi menyebut dua orang lainnya terluka.

Menurut laporan Reuters (18/8), pelaku memasuki lingkungan sekolah dengan membawa pistol dan senapan. Aksi tersebut direkam melalui kamera tubuh dan disiarkan di media sosial. Rekaman yang diverifikasi Reuters memperlihatkan kepanikan di dalam ruang kelas ketika suara tembakan terdengar dan para siswa berusaha menyelamatkan diri.

Wali Kota Zamboanga Khymer Adan Olaso mengatakan korban tewas terdiri atas siswa kelas 10 yang menjadi sasaran dan pelaku sendiri. Dua orang lainnya mengalami luka, sementara sejumlah siswa dilaporkan mengalami cedera ketika berusaha melarikan diri dari lokasi kejadian.

Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. memerintahkan aparat penegak hukum melakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut. Pemerintah juga diminta mengambil langkah untuk memperkuat keamanan di lingkungan sekolah. Marcos menyampaikan keprihatinannya atas kekerasan yang terjadi di tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk belajar.

Dalam keterangannya, Presiden Ferdinand Marcos Jr. menegaskan, “Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang,” seraya memerintahkan aparat memastikan seluruh aspek kasus tersebut diselidiki. Pernyataan tersebut disampaikan setelah penembakan mengguncang Zamboanga dan memicu kekhawatiran baru mengenai keamanan sekolah di Filipina.

Penyelidikan juga diarahkan pada asal-usul senjata yang digunakan pelaku. Reuters melaporkan senjata tersebut diduga berasal dari milik ayah pelaku, seorang pejabat bea cukai. Aparat kini memeriksa bagaimana senjata dapat diakses dan dibawa masuk ke lingkungan sekolah.

Motif penembakan hingga kini belum diketahui. Aparat juga tengah memeriksa aktivitas daring pelaku, termasuk rekaman dan jejak digital yang berkaitan dengan serangan tersebut. Polisi belum menyimpulkan bahwa satu faktor tertentu menjadi penyebab aksi tersebut.

Serangan di Zamboanga menjadi perhatian karena merupakan penembakan sekolah mematikan kedua di Filipina dalam waktu kurang dari dua bulan. Sebelumnya, sebuah insiden di Tacloban pada Juni 2026 juga menyebabkan korban jiwa dan luka. Penembakan di sekolah tergolong relatif jarang di Filipina, meskipun keberadaan senjata api ilegal dan akses terhadap senjata tetap menjadi persoalan keamanan.

Media internasional seperti Al Jazeera juga melaporkan bahwa penembakan tersebut menewaskan seorang siswa dan pelaku serta melukai dua orang lainnya. Sementara itu, Channel News Asia menyebut korban merupakan siswa kelas 10 dan pelaku adalah siswa kelas 9. (hanoum/arrahmah.id)