Memuat...

Banjir Parah Rendam Aceh Timur, 2.456 Warga Mengungsi dan Akses Jalan Terputus

Ameera
Rabu, 26 November 2025 / 6 Jumadilakhir 1447 17:27
Banjir Parah Rendam Aceh Timur, 2.456 Warga Mengungsi dan Akses Jalan Terputus
Banjir Parah Rendam Aceh Timur, 2.456 Warga Mengungsi dan Akses Jalan Terputus

ACEH TIMUR (Arrahmah.id) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur melaporkan sebanyak 2.456 warga terpaksa mengungsi akibat banjir yang melanda sejumlah kecamatan di wilayah tersebut.

Puluhan hingga ribuan rumah terendam setelah hujan deras yang turun sejak Kamis (20/11) menyebabkan sungai-sungai meluap.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Timur, Ashadi, mengatakan ribuan warga tersebut berasal dari 920 unit rumah yang terdampak banjir.

"Berdasarkan data, ada sebanyak 2.456 warga mengungsi akibat banjir. Mereka mengungsi ke rumah tetangga, meunasah maupun ke tempat yang lebih aman dan tinggi," kata Ashadi, Rabu.

Adapun sebaran warga yang mengungsi meliputi:

  • Kecamatan Sungai Raya: 212 warga dari 53 rumah

  • Kecamatan Peureulak Timur: 5 warga dari 1 rumah

  • Kecamatan Peudawa: 73 warga dari 20 rumah

  • Kecamatan Ranto Peureulak: 2.133 warga dari 837 rumah

  • Kecamatan Darul Ihsan: 1 warga dari 1 rumah

  • Kecamatan Simpang Ulim: 32 warga dari 8 rumah

Ashadi menyebut dua kecamatan mengalami dampak terparah, yaitu Ranto Peureulak dan Sungai Raya.

“Hingga kini, debit air terus meningkat dan ketinggian mencapai dua meter membuat sebagian besar rumah warga terendam dan terlihat hanya atap,” ujarnya.

Banyak warga yang terjebak di rumah dan terpaksa naik ke atap sambil menunggu bantuan evakuasi. Sebagian lainnya telah menyelamatkan diri ke meunasah, sekolah, serta pos-pos darurat yang mulai dibuka pemerintah desa.

Upaya evakuasi masih dilakukan oleh tim gabungan dari SAR, BPBD, TNI, dan Polri menggunakan perahu karet dan perahu kayu milik warga.

Namun, arus deras menjadi tantangan bagi petugas, terutama di kawasan padat penduduk Sungai Raya.

Bencana banjir ini juga memutus akses jalan antar desa dan mengganggu arus transportasi utama.

Jalan Lintas Medan – Banda Aceh di wilayah Darul Aman dan Idi Rayeuk dilaporkan tidak bisa dilalui karena tingginya genangan air. Sejumlah kendaraan tampak terjebak dan menunggu air surut.

Pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan darurat berupa makanan siap saji, air bersih, serta selimut ke lokasi pengungsian.

Ashadi meminta masyarakat tetap waspada karena hujan dengan intensitas tinggi diperkirakan masih akan turun dalam beberapa jam ke depan.

“Banjir ini disebut sebagai yang terparah sejak beberapa tahun terakhir di Kabupaten Aceh Timur. Luapan air menggenangi dua kecamatan sekaligus dan ketinggian yang menenggelamkan hampir seluruh permukiman,” ujar Ashadi.

(ameera/arrahmah.id)