Memuat...

Dua Kapal Pengungsi Rohingya Diduga Karam di Lepas Pantai Myanmar, Lebih dari 500 Orang Dikhawatirkan Tewas

Ameera
Jumat, 17 Juli 2026 / 3 Safar 1448 12:27
Dua Kapal Pengungsi Rohingya Diduga Karam di Lepas Pantai Myanmar, Lebih dari 500 Orang Dikhawatirkan Tewas
Dua Kapal Pengungsi Rohingya Diduga Karam di Lepas Pantai Myanmar, Lebih dari 500 Orang Dikhawatirkan Tewas

MYANMAR (Arrahmah.id) - Lebih dari 500 pengungsi Rohingya dikhawatirkan tewas setelah dua kapal yang mereka tumpangi diduga karam di lepas pantai Myanmar.

Insiden yang terjadi pada akhir Juni hingga awal Juli 2026 itu kini menjadi perhatian serius komunitas internasional.

Dalam pernyataan bersama yang dirilis pada Kamis (16/7/2026), Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dan Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) mengungkapkan kekhawatiran bahwa dua kapal yang membawa lebih dari 500 orang terbalik dalam dua peristiwa berbeda di perairan Myanmar.

Berdasarkan informasi awal, kedua kapal tersebut berangkat dari Negara Bagian Rakhine pada akhir Juni.

Sebagian besar penumpangnya merupakan etnis minoritas Rohingya yang dilaporkan tengah melakukan perjalanan dari kamp-kamp pengungsian di Cox's Bazar, Bangladesh, yang menampung lebih dari satu juta pengungsi Rohingya.

Salah satu kapal diyakini mengangkut sekitar 250 penumpang dan kehilangan kontak tidak lama setelah berlayar.

Sementara itu, kapal kedua yang membawa sekitar 280 orang diduga tenggelam di lepas pantai Ayeyarwady pada 8 Juli.

"Meski insiden dan jumlah korban belum dikonfirmasi secara resmi, UNHCR dan IOM sangat prihatin dengan potensi kehilangan nyawa dalam jumlah sangat besar," demikian pernyataan bersama kedua badan PBB tersebut, seperti dikutip AFP.

IOM dan UNHCR menyoroti bahwa pelayaran tersebut dilakukan di luar musim pelayaran reguler, ketika kondisi laut umumnya sangat berbahaya. Curah hujan tinggi dan banjir yang melanda kawasan dalam beberapa waktu terakhir juga dinilai semakin meningkatkan risiko perjalanan laut.

"Hujan deras dan banjir di seluruh wilayah tersebut baru-baru ini semakin meningkatkan risiko terkait dengan pergerakan laut semacam itu," lanjut pernyataan tersebut.

Apabila laporan ini terverifikasi, tragedi tersebut akan menambah hampir 300 orang yang dilaporkan hilang atau meninggal dunia di Laut Andaman dan Teluk Bengal sepanjang 2026, termasuk pengungsi Rohingya dan warga Bangladesh.

Data UNHCR sebelumnya mencatat hampir 900 pengungsi Rohingya hilang atau tewas di perairan Samudera Hindia bagian utara sepanjang 2025.

Pada periode yang sama, lebih dari 6.500 pengungsi mencoba menempuh jalur laut berbahaya untuk mencari perlindungan dan kehidupan yang lebih aman.

(ameera/arrahmah.id)