Memuat...

Media Militer Al-Qassam: Senjata Baru di Medan Perang Gaza yang Patahkan Propaganda Lawan

Zarah Amala
Jumat, 17 Juli 2026 / 3 Safar 1448 11:30
Media Militer Al-Qassam: Senjata Baru di Medan Perang Gaza yang Patahkan Propaganda Lawan
Brigade Al-Qassam merilis rekaman dari media militer yang mendokumentasikan operasi selama perang Gaza (Al Jazeera)

GAZA (Arrahmah.id) - Lensa kamera di Jalur Gaza telah bertransformasi dari sekadar alat dokumentasi menjadi senjata strategis yang dampaknya setara dengan proyektil anti-tank dan senapan runduk. Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam mengelola perang psikologis dan informasi melalui perangkat media militer yang terus mendampingi para pejuang di garis depan pertempuran.

Dalam tayangan video terbaru yang dirilis oleh Al-Qassam untuk mengenang syuhada Salahuddin Ashraf Jouda, seorang anggota media militer dari Brigade Gaza Utara, terungkap detail mendalam mengenai misi berbahaya yang dijalankan tim tersebut. Gambar-gambar yang direkam tidak hanya mendokumentasikan aksi, tetapi berfungsi sebagai lini pertahanan ofensif yang secara langsung mematahkan narasi militer 'Israel'.

Cuplikan video yang diabadikan oleh mendiang Jouda (lahir 2003, gugur Oktober lalu) memperlihatkan kompleksitas taktis operasi Al-Qassam. Dalam salah satu adegan, Jouda tampak berbaring di tanah mengarahkan lensanya ke arah kendaraan lapis baja 'Israel', tepat saat seorang pejuang lain membidikkan peluncur anti-tank ke arah target tersebut. Rekaman tidak berhenti di sana; ia juga mengabadikan momen saat pejuang mendekati kendaraan untuk menempelkan peledak, diiringi instruksi lantang Jouda: "Habisi mereka."

Dokumentasi ganda ini mencerminkan kedisiplinan militer yang nyata, di mana pengambilan gambar telah menjadi bagian integral dari rencana serangan itu sendiri. Kinerja ini membuktikan bahwa Brigade Al-Qassam memegang teguh doktrin tempur yang menempatkan bukti visual sebagai cara utama untuk menggagalkan upaya 'Israel' dalam menutupi kerugian mereka, melewati seluruh sistem pengawasan dan gangguan sinyal selama dua tahun perang.

Peran media militer tidak terbatas pada mendokumentasikan pertempuran kendaraan lapis baja, tetapi juga mencakup operasi taktis presisi. Jouda sempat mendampingi komandan lapangan martir Ahmed Sweilem, yang melakukan aksi penembak jitu sukses terhadap tentara 'Israel' di utara Gaza menggunakan senapan Al-Ghoul buatan lokal.

Pentingnya peran ini juga terlihat saat Jouda berpartisipasi dalam mendokumentasikan proses penyerahan sandera 'Israel' di Kota Gaza. Hal ini membuktikan kemampuan sistem komando media untuk beralih dengan mulus, mulai dari meliput pertempuran di dalam terowongan dan reruntuhan, hingga menyebarkan pesan politik dan kemanusiaan.

Di balik layar, para pengamat menyoroti besarnya pengorbanan elemen media militer yang mempertaruhkan nyawa demi memastikan gambar sampai ke publik. Video tersebut juga menampilkan sisi kemanusiaan yang emosional saat Jouda mengucapkan selamat tinggal kepada ayahnya, seorang komandan lapangan bernama Ashraf Jouda, dan berjanji untuk meneruskan perjuangannya. Tidak lama kemudian, ia menyusul ayah dan saudaranya, Yasser, sebagai syuhada, menjadikan mereka sebagai contoh keluarga yang sepenuhnya mengabdikan diri dalam barisan perlawanan.

Para pengguna media sosial memberikan apresiasi luar biasa terhadap pengorbanan ini. Aktivis Tamer Qadeeh menyatakan, "Rekaman yang sampai ke tangan Anda, yang mendokumentasikan penyergapan para pejuang, adalah hasil kerja media militer. Mereka mempertaruhkan nyawa untuk mengabadikan momen-momen itu."

Sebagai informasi, "Aqmar al-Tufan" (Bulan-bulan Banjir) merupakan seri publikasi visual yang diproduksi oleh Brigade Al-Qassam. Seri ini bertujuan mendokumentasikan perjalanan dan pengorbanan para komandan lapangan serta pejuang yang gugur dalam pertempuran Banjir Al-Aqsha sejak akhir 2023. (zarahamala/arrahmah.id)