Memuat...

Dua Kapal Pertamina Siap Berlayar Lagi Usai Iran Buka Selat Hormuz

Ameera
Sabtu, 18 April 2026 / 1 Zulkaidah 1447 22:06
Dua Kapal Pertamina Siap Berlayar Lagi Usai Iran Buka Selat Hormuz
Dua Kapal Pertamina Siap Berlayar Lagi Usai Iran Buka Selat Hormuz

JAKARTA (Arrahmah.id) - PT Pertamina International Shipping (PIS) memastikan dua kapal miliknya, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, siap melanjutkan pelayaran setelah sempat tertahan akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Kedua kapal tersebut sebelumnya tertahan di Selat Hormuz menyusul meningkatnya ketegangan dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Namun, situasi mulai mereda setelah Iran resmi membuka kembali jalur strategis tersebut pada Jumat (17/4/2026).

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan intensif guna memastikan keselamatan pelayaran kedua kapal tersebut.

“Kami siaga melakukan pemantauan secara intensif dan menyiapkan perencanaan pelayaran yang aman agar kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro dapat melintasi Selat Hormuz, seiring dengan diumumkannya pembukaan jalur tersebut oleh Iran,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (18/4).

Selain pemantauan, PIS juga telah menyiapkan berbagai strategi untuk menjamin kelancaran perjalanan.

Langkah tersebut meliputi penyusunan rute pelayaran, identifikasi risiko, pemanfaatan sistem navigasi elektronik, hingga penyiapan rencana kontinjensi.

Perusahaan juga aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia untuk memperkuat komunikasi diplomatik dengan otoritas setempat.

Koordinasi turut dilakukan dengan perusahaan asuransi, manajemen kapal, pemilik kargo, serta otoritas maritim guna memastikan seluruh prosedur perizinan terpenuhi.

Sementara itu, pembukaan kembali Selat Hormuz diumumkan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi.

Ia menyatakan jalur tersebut kembali dibuka sepenuhnya bagi kapal komersial selama masa gencatan senjata berlangsung.

“Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka,” ujarnya.

Meski demikian, Iran menetapkan bahwa seluruh kapal yang melintas wajib mengikuti rute terkoordinasi yang telah ditentukan oleh otoritas maritim setempat.

Dengan dibukanya kembali jalur vital tersebut, diharapkan distribusi energi global, termasuk pengiriman minyak mentah dan produk turunannya, dapat kembali berjalan normal, meskipun situasi geopolitik kawasan masih terus dipantau secara ketat.

(ameera/arrahmah.id)