JAKARTA (Arrahmah.id) - Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) diwarnai pemandangan yang menarik.
Sejumlah mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah (JI) tampil dalam parade atau defile bersama berbagai satuan dan mitra Polri di Lapangan Satlat Brimob Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/7/2026).
Upacara HUT ke-80 Polri dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara. Seusai prosesi resmi, acara dilanjutkan dengan parade yang menampilkan berbagai kekuatan Polri dan elemen masyarakat.
Defile dibuka oleh Pasukan Berkuda Polri, kemudian disusul oleh berbagai satuan di lingkungan Korps Bhayangkara, mulai dari Bareskrim, Baharkam, Brimob, hingga Pasukan K9 atau anjing pelacak milik Polri.
Selain personel Polri, parade juga diikuti oleh berbagai mitra kepolisian seperti satuan pengamanan (satpam), kelompok buruh, organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga Garda Satya NKRI yang beranggotakan mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah.
Pembawa acara menjelaskan bahwa Garda Satya NKRI merupakan wadah bagi para eks anggota dan eks simpatisan Jamaah Islamiyah yang telah menyatakan kembali setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Garda Satya NKRI merupakan para eks anggota dan eks simpatisan Jamaah Islamiyah yang telah mendeklarasikan diri untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi serta mewakafkan jiwa raga untuk bumi Nusantara," ujar pembawa acara.
Dalam kesempatan itu juga disampaikan bahwa hingga kini terdapat sekitar 8.670 mantan anggota dan simpatisan yang telah menyatakan ikrar setia kepada NKRI dan bekerja sama dengan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
"Saat ini terdapat 8.670 pecinta NKRI yang telah berjuang dan bergandengan tangan bersama-sama dengan Polri untuk mewujudkan stabilitas kamtibmas," lanjut pembawa acara.
Parade tersebut turut diikuti oleh kelompok buruh dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) beserta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Presiden Prabowo Subianto yang menyaksikan langsung jalannya defile beberapa kali memberikan hormat kepada para peserta yang melintas di hadapannya.
Keikutsertaan mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah dalam peringatan HUT ke-80 Polri menjadi simbol proses deradikalisasi dan reintegrasi ke dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus menunjukkan kolaborasi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga persatuan serta keamanan nasional.
(ameera/arrahmah.id)
