Memuat...

Polisi Buru Pelaku Perobek Hijab Muslimah di Stasiun Hull

Hanoum
Kamis, 2 Juli 2026 / 17 Muharam 1448 06:20
Polisi Buru Pelaku Perobek Hijab Muslimah di Stasiun Hull
Gambar CCTV seorang pria yang ingin dihubungi oleh Kepolisian Transportasi Inggris sehubungan dengan penyerangan yang bermotivasi rasial di Hull Paragon. [Foto: MSN]

HULL (Arrahmah.id) -- Kepolisian Inggris memburu seorang pria yang melakukan serangan bermotif rasial terhadap seorang perempuan Muslim dengan mencoba merobek hijabnya di Stasiun Hull Paragon, East Yorkshire. Insiden yang terjadi pada Senin, 8 Juni, itu mengakibatkan korban mengalami memar di bagian leher setelah berusaha mempertahankan hijab yang dikenakannya. Polisi kini telah merilis rekaman CCTV untuk mengidentifikasi pelaku.

Menurut British Transport Police (BTP), seperti dilansir MSN (1/7/2026), peristiwa terjadi sekitar pukul 14.00 waktu setempat ketika korban sedang berdiri di dekat pintu masuk stasiun.

Seorang pria yang tidak dikenalnya tiba-tiba mendekati korban, mengucapkan kata-kata bernada rasis, lalu menarik hijab yang dikenakan korban dengan keras hingga hampir terlepas. Korban berusaha mempertahankan hijabnya sehingga mengalami luka memar pada bagian leher akibat tarikan tersebut.

Dalam pernyataannya, British Transport Police mengatakan pelaku langsung meninggalkan lokasi setelah melakukan penyerangan.

"Kami meyakini pria dalam rekaman CCTV yang kami publikasikan dapat membantu penyelidikan. Kami mengimbau siapa pun yang mengenali dirinya atau memiliki informasi mengenai kejadian tersebut agar segera menghubungi polisi," demikian pernyataan British Transport Police.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa penyelidikan dilakukan dengan mempertimbangkan kemungkinan motif kebencian berbasis ras maupun agama.

Rekaman kamera pengawas dari area stasiun telah dikumpulkan sebagai barang bukti, sementara petugas juga meminta keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi ketika insiden terjadi.

Organisasi masyarakat Muslim di Inggris mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan beragama.

Mereka mendesak aparat penegak hukum segera menangkap pelaku serta memastikan perempuan Muslim dapat menggunakan atribut keagamaannya tanpa rasa takut saat berada di ruang publik.

Hingga berita ini ditulis, identitas pelaku belum diumumkan dan penyelidikan masih berlangsung. British Transport Police meminta masyarakat yang memiliki informasi, rekaman video, atau mengenali pria dalam gambar CCTV untuk segera melapor guna membantu proses penyelidikan dan penangkapan. (hanoum/arrahmah.id)