Memuat...

Iran Peringatkan AS untuk Kendalikan 'Israel' di Tengah Ketegangan Regional

Zarah Amala
Kamis, 2 Juli 2026 / 17 Muharam 1448 10:30
Iran Peringatkan AS untuk Kendalikan 'Israel' di Tengah Ketegangan Regional
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. (Iranwire)

TEHERAN (Arrahmah.id) - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memberikan peringatan keras kepada Amerika Serikat agar menahan 'Israel' dari tindakan eskalasi terhadap Teheran. Peringatan ini muncul menyusul komentar provokatif dari Menteri Pertahanan 'Israel', Israel Katz, yang menyebut bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menjadi target pembunuhan.

Melalui unggahan di X, Araghchi menegaskan tanggung jawab Washington atas perilaku sekutunya. "Presiden AS telah berkomitmen untuk membungkam 'peliharaannya' di Tel Aviv. Jika mereka mengabaikan tuannya, Iran akan memberikan pelajaran kepada mereka," tegas Araghchi.

Ia juga menekankan bahwa ketentuan dalam Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad sangat jelas bagi publik. Araghchi memperingatkan bahwa segala bentuk ancaman terhadap rakyat dan kepemimpinan Iran akan dibalas dengan respons yang segera dan kuat. Pernyataan ini merupakan tanggapan atas klaim Katz yang meremehkan Iran dalam negosiasi dan menegaskan bahwa 'Israel' tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

Di sisi lain, delegasi Iran yang dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, telah melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, di Doha. Misi utama delegasi yang mencakup pejabat dari Bank Sentral dan Kementerian Pertanian Iran ini adalah untuk membahas hambatan dalam implementasi MoU AS-Iran guna mengakhiri perang.

Gharibabadi mengungkapkan bahwa kelompok kerja telah dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan kesepakatan dan mempersiapkan negosiasi perjanjian final. Namun, ia menekankan bahwa perundingan formal belum dimulai. "Kelompok kerja telah terbentuk, namun belum ada negosiasi yang dimulai dalam format ini," ujar Gharibabadi. Ia menambahkan bahwa konsultasi melalui mediator terus berlanjut untuk menentukan jadwal dan lokasi perundingan di masa depan.

Hingga saat ini, belum ada tanggal pasti yang diumumkan untuk putaran pertemuan berikutnya, sementara Iran tetap memprioritaskan pemenuhan ketentuan dalam MoU sebagai prasyarat bagi negosiasi jangka panjang. (zarahamala/arrahmah.id)