Memuat...

Enam Kru Kapal Tosca Kembali ke Iran, 22 Lainnya Masih Ditahan AS

Zarah Amala
Kamis, 30 April 2026 / 13 Zulkaidah 1447 11:15
Enam Kru Kapal Tosca Kembali ke Iran, 22 Lainnya Masih Ditahan AS
Sebuah kapal perusak AS mencegat kapal kargo Iran Tosca di Laut Arab bagian utara pada 19 April (Reuters).

TEHERAN (Arrahmah.id) - Pemerintah Iran berhasil mengupayakan kepulangan enam anggota kru kapal kontainer Tosca pada Rabu (29/4/2026). Kapal tersebut sebelumnya disita oleh Angkatan Laut Amerika Serikat di Teluk Oman pada 20 April lalu atas perintah Presiden Donald Trump, dengan tuduhan mencoba menembus blokade laut.

Laporan dari kantor berita Iran, Tasnim, menyebutkan bahwa pemulangan enam kru ini merupakan hasil dari tindak lanjut diplomatik intensif yang dilakukan oleh Teheran. Sebanyak 22 pelaut Iran lainnya masih berada di atas kapal yang kini di bawah kendali militer AS.

Teheran mengungkapkan bahwa kapal tersebut juga membawa anggota keluarga dari beberapa kru, yang menjadi alasan utama Iran menahan diri dari melakukan operasi militer langsung untuk membebaskan kapal tersebut.

Meskipun menempuh jalur diplomatik untuk pembebasan kru, otoritas Iran tetap mengeluarkan peringatan keras terhadap Washington. Kementerian Luar Negeri Iran menuntut pembebasan segera seluruh kru dan keluarga mereka, serta melabeli tindakan AS sebagai aksi perompakan bersenjata.

Juru bicara militer Iran menyatakan bahwa angkatan bersenjata mereka sedang menyiapkan respons dan akan segera melakukan balas dendam atas tindakan militer Amerika tersebut.

Latar Belakang Penyitaan

Penyitaan kapal Tosca terjadi di tengah memuncaknya ketegangan antara pemerintahan Donald Trump dan Teheran terkait blokade maritim. AS mengeklaim bahwa penyitaan dilakukan karena kapal tersebut melanggar batasan keamanan internasional, sementara Iran melihatnya sebagai agresi ilegal di perairan strategis.

Hingga saat ini, fokus pemerintah Iran adalah memastikan keselamatan 22 pelaut yang masih ditahan. Situasi di Teluk Oman pun tetap dalam kondisi siaga tinggi, menunggu apakah diplomasi lebih lanjut dapat membebaskan sisa kru atau justru memicu konfrontasi militer baru antara kedua negara. (zarahamala/arrahmah.id)