BIHAR (Arrahmah.id) -- Seorang tersangka kasus pembunuhan terhadap perempuan Muslim di India, Maganoo Singh, disambut bak pahlawan oleh warga setelah mendapatkan pembebasan bersyarat (bail), memicu kecaman luas atas penanganan kasus kekerasan berbasis agama di negara tersebut.
Peristiwa ini terjadi di wilayah Madhubani, negara bagian Bihar, India, pada Rabu (29/4/2026). Maganoo Singh merupakan satu dari 19 orang yang didakwa dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan Roshan Khatoon, seorang perempuan Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadan saat kejadian pada 28 Februari 2026.
Menurut laporan NewsGram dan The Observer Post (29/4), setelah keluar dari tahanan, Singh disambut oleh keluarga dan warga desa dengan sorakan, taburan warna, karangan bunga, serta kembang api. Sejumlah warga terdengar meneriakkan slogan dukungan terhadapnya.
Kasus ini bermula ketika Khatoon mendatangi kepala desa untuk meminta bantuan menyelesaikan sengketa lokal. Namun alih-alih mendapatkan bantuan, ia justru diserang oleh sekelompok orang yang diduga dipimpin oleh keluarga kepala desa tersebut. Ia dilaporkan diikat pada tiang dan dipukuli secara brutal oleh massa.
Saksi mata di desa tersebut mengatakan bahwa saat diserang, korban yang sedang berpuasa meminta air minum. Namun menurut kesaksian warga, permintaan itu justru dibalas dengan tindakan penghinaan ketika pelaku memaksa korban meminum campuran alkohol dan urine.
Akibat luka parah yang dideritanya, Khatoon akhirnya meninggal dunia pada 1 Maret 2026 saat menjalani perawatan di Patna Medical College and Hospital. P
Keluarga korban menyatakan kekecewaan mendalam atas pemberian jaminan tersebut.
“Kami sudah tidak punya harapan pada sistem keadilan. Orang yang melakukan kekejaman seperti itu justru disambut seperti pahlawan,” ujar anggota keluarga Roshan Khatoon sebagaimana dikutip The Observer Post.
Pihak kepolisian setempat menyatakan bahwa proses hukum terhadap seluruh tersangka masih berjalan di pengadilan, sementara keputusan pemberian bail merupakan kewenangan yudisial berdasarkan pertimbangan hukum yang berlaku.
Insiden ini menyoroti kembali isu kekerasan berbasis agama dan impunitas di sejumlah wilayah India. Sejumlah organisasi masyarakat sipil menyerukan agar aparat penegak hukum memastikan proses peradilan berjalan transparan dan adil, serta memberikan perlindungan bagi korban dan keluarganya.
Kasus Roshan Khatoon menjadi perhatian luas karena tidak hanya menyangkut kekerasan ekstrem terhadap individu, tetapi juga respons sosial yang muncul setelah tersangka dibebaskan, yang dinilai dapat memperburuk ketegangan antar komunitas di tingkat lokal. (hanoum/arrahmah.id)
